Disekap Tiga Pria dan Dianiaya, Istri Mantan Bupati Akhirnya Meninggal Dunia – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Disekap Tiga Pria dan Dianiaya, Istri Mantan Bupati Akhirnya Meninggal Dunia

istri-mantan-bupati
monalisa saat menjalani perawatan

FAJAR.CO.ID, ACEH – Luka serius yang dialami istri mantan Bupati Nagan Raya Aceh,  Monalisa (39), karena penganiayaan, membuat korban akhirnya menghembuskan nafas terakhir di ruang ICCU RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Kamis pagi (20/9). Monalisa mengalami luka saat dianiaya di rumahnya Ialan Swadaya, Desa Ujong Baroh Kejamatan Johan, Aceh Barat.

Ibu kandung korban, Syamsidar (60) mengatakan, Monalisa meninggal sekitar pukul 03.30 WIB di ruang ICCU. Sebelum meninggal, Monalisa muntah darah sebanyak tiga kali dan sesak nafas.

Monalisa menjalani perawatan intensif selama tiga hari di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh setelah disiksa perampok di rumahnya pada Minggu (25/9) lalu. Kondisi kesehatan Monalisa sempat membaik satu hari pasca kejadian.

“Hari Senin kondisi Monalisa sempat membaik, tapi kemarin siang tiba-tiba sesak napas sehingga harus dirawat kembali di ruang ICCU,” ujar Syamsidar.

Seperti diberitakan sebelumnya, Monalisa disekap tiga pria bertopeng di kediamannya Jalan Swadaya Meulaboh, Desa Ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Minggu (25/9) pagi.

Pelaku juga menyumpal mulut mantan istri Bupati Nagan Raya Zulkarnaini itu. Kaki dan tangan korban juga diikat, alntas dipukul. Saat ditemukan, Monalisa terbujur bersimbah darah di lantai perkarangan rumahnya.

Kapolres Aceh Barat AKBP Teguh Priyambodo Nugroho, melalui Kabag Ops Kompol Budi Darma, menjelaskan insiden tersebut awalnya diketahui salah seorang penarik becak yang kebetulan melintas. Ia lantas melaporkan ke piket Mapolres.

Mendapat laporan warga, polisi langsung mendatangi tempat kejadian perkara. “Melihat polisi tiba, korban minta tolong sambil berkata ada perampokan,” kata Budi Darma, seperti diberitakan Rakyat Aceh (fajar grup)

Petugas lantas melarikan Monalisa ke rumah sakit umum Cut Nyak Dhien Meulaboh.

Kompol Budi, menyebutkan, tiga pria bersebo masuk rumah lewat pintu belakang.

Saat itu Monalisa hanya bersama putranya, T Sultan Iskandar (14) yang tidur di kamarnya. Kepada polisi, Monalisa mengaku ia berpapasan dengan tiga pria bersebo saat hendak ke kamar kecil.

“Pengakuan korban, ia langsung disekap, dan dipukul pakai batu. Mulut disumpal, kaki dan tangan di ikat,” jelasnya.

Aksi pemukulan dihentikan tiga pelaku setelah Monalisa berpura-pura pingsan.

Menurut Kompol Budi, korban yakin dirinya telah dirampok. Ia bahkan menduga perhiasannya telah hilang.

“Tapi saat kami (Polisi) periksa ulang, kotak perhiasan masih terkunci rapat dan terletak pada tempatnya,” kata Budi.

Kepolisian belum dapat memastikan apa motif pelaku menyiksa korban. Apalagi barang berharga milik korban belum pasti hilang.

Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) petugas menemukan dua titik lokasi darah tercecer, di dalam kamar belakang dan lantai halaman rumah.

Juga ditemukan sarung tangan yang diperkiraan digunakan pelaku untuk menghilangkan jejak.

“Barang Bukti yang telah kami amankan, bantal dan baju bernoda darah, tali, serta sapu tangan yang diduga digunakan pelaku,” rincinya.

Putra Monalisa, T Sultan Iskandar (14), saat berada di ruang Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Aceh Barat, mengakui tidak tahu tentang insiden penyekapan pagi hari yang menimpa ibunya.

Ia sadar telah terjadi insiden di kediamannya, setelah beberapa polisi menggedor pintu kamarnya. ”Saya tahu setelah pak polisi membangunkan saya,” jawabnya polos.

Setiba di Ruang IGD, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien, Meulaboh, Monalisa langsung ditangani beberapa petugas medis.

Dokter piket, dr Weraneta, menjelaskan, Monalisa mengalami luka robek pada pelipis sebelah kiri dan luka memar pada mata.

Luka sobek sepanjang 6 Cm dan lebar 1 Cm tersebut, diprediksikan akibat terkena benda tajam. Sedangkan memar bagian matanya, terkena hantaman benda tumpul.

”Saat sampai ke sini (IGD-red), pasien dalam kondisi sadar. Hanya mengeluh sakit saja,” jelas dr Weraneta.(fajar/pojoksatu)

loading...
Click to comment
To Top