Kenaikan Harga Rokok Sesuaikan Data Intelijen – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ekonomi & Bisnis

Kenaikan Harga Rokok Sesuaikan Data Intelijen

Indonesian Finance Minister Sri Mulyani Indrawati speaks during a news conference in Jakarta May 21, 2008. Indrawati said on Wednesday a plan to hike fuel prices by an average of 28.7 percent is "largely final".   REUTERS/Supri   (INDONESIA)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor  147 /PMK.010/2016, pemerintah akhirnya telah resmi menaikkan cukai dan harga jual eceran rokok. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, kenaikan tarif cukai rokok sudah melalui pertimbangan yang sangat matang. 

Menurutnya, itu sudah diambil setelah mendengar masukan dan pendapat dari sejumlah stakeholder, baik pihak yang peduli dengan kesehatan dan lapangan pekerjaan. Begitu juga petani tembakau, maupun asosiasi pengusaha rokok, pemerintah daerah. Yayasan dan universitas juga sudah diajak bicara.

“Dari pertemuan dan diskusi yang diselenggarakan, ditarik kesimpulan bahwa kenaikan cukai merupakan langkah yang harus ditempuh dalam rangka pengendalian konsumsi dan produksi,” tandas Sri Mulyani di kantor pusat Bea Cukai, Jumat (30/9).

Kenaikan itu nantinya, imbuh Menkeu, harus berimbang sehingga tidak berdampak negatif terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan dan kesempatan hidup bagi industri kecil.

“Dalam rangka pengamanan di bidang cukai, pemerintah pada tahun ini telah meningkatkan pengawasan khususnya terkait dengan peredaran mesin pembuat rokok. Hal ini sejalan dengan data intelijen dan hasil survei bahwa pelanggaran yang paling besar adalah rokok sigaret kretek mesin (SKM),” tutur Sri.

Seperti diketahui, kenaikan tarif tertinggi adalah sebesar 13,46 persen untuk jenis hasil tembakau Sigaret Putih Mesin (SPM) dan terendah adalah sebesar 0 persen untuk hasil tembakau Sigaret Kretek Tangan (SKT) golongan IIIB, dengan kenaikan rata-rata tertimbang sebesar 10,54 persen. 

“Selain kenaikan tarif, juga kenaikan harga jual eceran (HJE) dengan rata-rata sebesar 12,26 persen,” kata Sri Mulyani di kantor pusat Bea Cukai, Jumat (30/9). (Fajar/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top