Nah Lho.. Suami Nganggur, Istri Cantik Embat Barangnya Bos – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Nah Lho.. Suami Nganggur, Istri Cantik Embat Barangnya Bos

Siti Soleha dan Miyah Laras Wati saat dihadapankan dengan jpu kejari kotim arie kusumawati ketika tahap II di Kejari Kotim, Kamis (22/9). (NAKO/KALTENG POS)

Siti Soleha dan Miyah Laras Wati saat dihadapankan dengan jpu kejari kotim arie kusumawati ketika tahap II di Kejari Kotim, Kamis (22/9). (NAKO/KALTENG POS)

FAJAR.CO.ID, SAMPIT – Keterdesakan ekonomi sering membuat orang lupa diri dan mengambil jalan pintas. Meski tak jarang, jalan pintas yang diambil bisa mengantarkannya berurusan dengan hukum.

Hal itu seperti terjadi dengan Siti Soleha (25) warga Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang dan Miyah Laras Wati (26) warga Jalan HM Arsyad Km 8 Jalur 4 Desa Eka Bahurui Kecamatan MB Ketapang.

Keduanya kini tinggal ketukan palu dari majelis hakim yang akan menentukan hukumannya. Karena keduanya didakwa telah melakukan penggelapan uang milik Setia Wijaya alias Yoyong.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaaan Negeri (Kejari) Sampit, Arie Kusumawati mengungkapkan, berdasarkan berita acara pemeriksaan polisi yang telah dilimpahkan ke Kejari Sampit, Siti mengaku memanfaatkan jasa Miyah untuk menggelapkan uang milik toko bangunan Karya Jaya di Jalan Pelita Sampit itu sejak Pebruari 2015-Juli 2016 setelah suaminya menganggur dan tak memiliki pekerjaan yang jelas.

“Suami kerja serabutan, saya yang cari uang. Suami kerja bikin sirap atap rumah itu saja, kadang kerja kadang enggak,” kata Siti beralasan.

Dari penggelapan ratusan juta itu, Miyah hanya mengaku dapat bagian sekitar Rp20 juta saja, itupun sudah habis ia gunakan untuk kebutuhan hari-harinya.

Sementara Siti dari hasil kejahatannya ia berhasil membeli sebuah Toyota Agya cash, kredit Toyota Rush dan membeli tanah serta untuk membangun rumahnya.

“Setelah dapat faktur tagihan, lapor dulu ke Siti, tanya mana uang yang bisa digelapkan dan mana yang tidak,” kata Miyah.

Setelah dapat penjelasan Siti, ia melakukan aksinya. Awalnya ia mencoba menggelapkan sekitar Rp2 juta setelah selalu berhasil ia mengambil dengan nilai yang semakin besar. Meski demikian, Miyah terkesan dikibuli oleh Siti. Pasalnya, dari sekian banyak uang yang digelapkan, ia dapat bagian sedikit.

Termasuk jika tagihan melalui giro dicairkan, Siti langsung sendiri datang ke bank. “Saya kebanyakan enggak tahu berapa banyak uang yang didapat, apa yang ia kasih, itu yang saya ambil,” tukasnya.

Atas perbuatannya itu, keduanya dijerat pasal 374 KUHP sub pasal 372 KUHP dan atau pasa 480 KUHP jo pasal 55 ayat (1) KUHP.(nac/bud/nto)

loading...
Click to comment
To Top