PARAH! Habis Cicipi Siswinya, Pelaku Sumpah-sumpah Bilang Khilaf – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

PARAH! Habis Cicipi Siswinya, Pelaku Sumpah-sumpah Bilang Khilaf

FAJAR.CO.ID, KASONGAN – Warto (30) harus menerima buah dari perbuatannya. Sebagai pengajar di MTsN 1 Tumbang Samba, Kecamatan Katingan tengah, Warto harusnya mengajarkan ilmu-ilmu postif buat siswa. Namun yang erjadi, pelaku yang berstatus honorer itu malah tegah menyetubuhi  bunga (15) siswanya sendiri.

Peristiwa memilukan bagi Bunga itu terjadi pada Sabtu (24/9) sekitar pukul 21.00 WIB. Dia tidak menyangka, Warto yang telah memberikan ilmu dan pendidikan di sekolahnya tiba-tiba berubah kesetanan.

Informasi yang dihimpun Kalteng Pos  (grup fajar) dari kepolisian menyebutkan, pencabulan atau persetubuhan terhadap anak di bawah umur ini, bermula ketika Bunga dan temannya berinisial W sedang berjalan di depan SDN 1 Samba Katung, Sabtu malam. Ketika itulah datang Warto dan mengajak Bunga ke rumahnya.

Mendengar ajakan pelaku, Bunga pun tak berpikir panjang dan langsung ikut ke rumah oknum guru honorer tersebut dengan menggunakan sepeda motor. Sedangkan rekan Bunga W pulang ke rumahnya sendiri.

Sementara Warto dan Bunga yang berboncengan menuju ke perumahan atau rumah dinas guru. Sesampainya di tempat tinggal Warto, ternyata tidak ada orang lain. Setelah masuk ke dalam rumah, tiba-tiba Warto langsung bernafsu dan mencium Bunga.

Tak hanya itu, Warto juga memaksa Bunga melakukan hubungan layaknya suami istri.

Malam itu Bunga tidak berani dan sempat menolak ajakan Warto dan dia sempat melakukan perlawanan. Tapi usaha Bunga sia-sia. Warto pun tetap memaksanya berhubungan layaknya pasangan suami istri.

Warto (30) ketika diamankan di dalam tahanan Polres Katingan, Sabtu (24/9). (FOTO: POLRES KATINGAN)

Warto (30) ketika diamankan di dalam tahanan Polres Katingan, Sabtu (24/9). (FOTO: POLRES KATINGAN)

Warto akhirnya berhasil merenggut kesucian anak didiknya yang masih berumur 15 tahun itu.

Setelah kegadisannya direnggut oleh gurunya sendiri, malam itu  Bunga tidak berani pulang ke rumah orang tuanya, sehingga terpaksa menginap di perumahan atau rumah dinas guru yang ditempati Warto.

Karena Bunga tidak kunjung pulang ke rumah, orangtuanya resah dan langsung melakukan pencarian. Hingga pada akhirnya ditemukanlah Bunga di perumahan guru.

Merasa curiga, lalu Bunga diinterogasi oleh orangtuanya. Bunga pun mengaku telah disetubuhi oleh Warto yang tidak lain dan tak bukan adalah gurunya sendiri. Mendengar pengakuan anaknya, orangtua korban inipun tidak terima dan langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Katingan Tengah.

Setelah menerima laporan itu, anggota kepolisian langsung turun dan menangkap Warto untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

Kapolres Katingan, AKBP Tato Pamungkas SIK melalui Kapolsek Katingan Tengah AKP Wahono ketika dikonfirmasi membenarkan adanya pencabulan oleh oknum guru honorer terhadap anak didiknya sendiri di MTSN 1 Katingan Tengah.

Dari keterangannya, Warto sudah ditetapkan sebagai tersangka dan telah mengakui perbuatannya.

“Tersangka mengaku khilaf dan memang suka terhadap korbannya,” kata Kapolsek kepada sejumlah wartawan, Rabu (28/9).

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, lanjut kapolsek, kini tersangka dibidik dengan pasal 28 UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. “Sekarang tersangka sudah kita amankan di Polres Katingan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terhadap kasus pencabulan ini,” terangnya.

Sekadar diketahui, untuk kasus pencabulan atau pemerkosaan sepanjang tahun 2016 mulai Januari-hingga September 2016 ini yang ditangani oleh Polres Katingan berjumlah lima kasus. Satu kasus pemerkosaan terhadap orang dewasa dan empat kasus menimpa anak di bawah umur. (fajar/eri/ala)

To Top