Tiga Pemuda Tewas, Jogjakarta Darurat Kekerasan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Tiga Pemuda Tewas, Jogjakarta Darurat Kekerasan

korban-penusukan-di-jogjakarta-adnan-hafid-pamungkas

FAJAR.CO.ID, JOGJAKARTA – Harga nyawa kian murah saja. Emosi tersulut sedikit, sukma bisa terlepas dari raga. Ironisnya peristiwa ini terjadi di Jogjakarta. Seperti halnya kejadian di ring road Barat, Salakan, Trihanggo, Gamping, Sleman, Jogjakarta Jumat dini hari (30/9). Tiga orang meregang nyawa dengan sia-sia.

Pertama adalah Adnan Hafid Pamungkas, 20, yang menjadi korban penusukan. Sementara itu, dua lainnya adalah rekan pelaku penusukan Adnan yang tewas dihajar massa.

Kronologi kejadiannya, Adnan, korban, warga Salakan, Trihanggo, berboncengan dengan temannya, Rizki Wahyu, 15. Sekitar pukul 01.00, keduanya berencana membeli pulsa di Cebongan, Tlogoadi, Mlati, Sleman. Dalam perjalanan pulang, bahan bakar motor yang mereka kendarai habis di kawasan Mlangi, Sleman. Keduanya kemudian meminta bantuan kepada rekan di desanya untuk menolong.

Sembari menunggu temannya datang, keduanya lantas mendorong motor sambil mencari penjual bensin. Saat berada di tempat kejadian perkara (TKP), yaitu di ring road barat, mereka berpapasan dengan pelaku yang berboncengan dengan dua orang lainnya. Pelaku lantas memblayer-blayerkan motornya. Korban seketika berteriak kepada pelaku. ”Aku salah opo kok dibleyeri (aku salah apa kok dibleyeri),” ujar Rizki menirukan ucapan korban.

Tidak terima dengan teriakan tersebut, ketiganya langsung menghadang korban. Ketika itu, pelaku mendatangi korban sendirian. ”Pas pelaku turun dari motor, saya sudah melihat pisau lipat yang dibawa,” jelas Rizki.

Tanpa basa-basi, pelaku langsung menghajar Adnan. Saat itu korban sempat melawan. ”Pelaku sempat bilang ke dua rekannya do wedi po? (apa kalian takut?) karena hanya diam,” ujar Rizki yang lantas bergegas menuju permukiman untuk meminta bantuan warga.

Dalam perkelahian tersebut, pelaku menusukkan pisau ke dada korban. Mengetahui korban tak berdaya, ketiganya melarikan diri dengan berpencar. Pelaku penusukan pergi menggunakan motor, sedangkan dua rekannya berlari masuk kampung. Nahas, kedua teman pelaku yang diketahui bernama Dimas Braga, 18, dan Ridwan, 18, itu ditangkap warga kampung. Mereka dihajar massa. Kebetulan, lokasi kejadian tidak jauh dari desa korban.

”Hafid (sapaan Adnan Hafid Pamungkas, Red) sempat bilang kepada saya untuk menangkap pelaku,” ungkap Rizki.

Nyawa Hafid tidak tertolong di lokasi kejadian. Sementara itu, dua rekan pelaku dibawa ke RSA UGM. Keduanya sempat mendapat perawatan intensif sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir. Hingga kini, kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku penusukan yang belum diketahui identitasnya tersebut.

Kapolsek Gamping Kompol Heli Wijiyatno menjelaskan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan atas kasus kekerasan di ring road barat itu. Dalam menangani kasus tersebut, sejumlah saksi telah dimintai keterangan. ”Pelaku masih kami kejar. Termasuk mencari barang bukti. Doakan dalam waktu dekat segera tertangkap,” jelasnya.

Dia menambahkan, korban dan dua rekan pelaku penusukan sudah berada di RSUP dr Sardjito untuk diotopsi. Selain kasus itu, pihaknya tengah mendalami aksi main hakim sendiri yang dilakukan warga.

Saat ditemui di rumah duka, Agus Sujianto, ayah korban, mengaku kaget saat mendengar kabar bahwa anaknya menjadi korban. Dia mengungkapkan, malam itu anaknya menyaksikan pentas dangdut. Kemudian, karena tidak memiliki pulsa, Anaknya berinisiatif mencari pulsa di Cebongan karena di sana ada penjual pulsa yang buka hingga dini hari.

”Tahu-tahu mendapat kabar anak saya ditusuk orang tidak dikenal. Sekarang anak saya sudah meninggal dengan keadaan seperti ini. Saya tidak terima,” ratapnya.

Korban langsung dimakamkan di pemakaman umum yang tak jauh dari kediamannya di Salakan, Trihanggo, Gamping, Sleman.

Aksi kekerasan itu menambah panjang daftar kejadian yang baru-baru ini terjadi. Pada September saja, sudah ada dua kasus kekerasan yang menjadi perhatian publik. Pertama, penembakan dengan airsoft gun oleh pelajar berinisial KAR, 17, di Kota Jogja. Kemudian, enam pelajar menjadi korban pembacokan geng remaja yang bernama Cangkringan Side setelah menonton pertandingan futsal pelajar di Cangkringan, Sleman. (Fajar/JPG)

loading...
Click to comment
To Top