Habis Kanjeng Dimas, Polisi Mulai Incar Marwah Daud Ibrahim – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Habis Kanjeng Dimas, Polisi Mulai Incar Marwah Daud Ibrahim

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 90

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Setelah Kanjeng Dimas, polisi langsung bergerak mencari orang-orang dekatnya yang diduga terlibat dalam kasus penggandaan uang.

Salah satu yang akan diperiksa adalah Marwah Daud Ibrahim yang merupakan orang dekat Dimas Kanjeng dan kini menyandang sebagai Ketua Yayasan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

“Pokoknya, semua saksi dalam perkara ini akan diperiksa,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji.

Sekedar diketahui, Marwah Daud Ibrahim ini pernah menjabat anggota DPR RI selama tiga periode, asisten peneliti UNESCO dan Bank Dunia. Dia juga doktor lulusan American University, Wa­shington DC.

Selama ini Marwah sangat meyakini Dimas Kanjeng memiliki karomah bisa menggandakan uang. Bahkan, Marwah Daud mati-matian membela Dimas Kanjeng.

Marwah Daud mengaku pernah melihat sendiri Dimas Kanjeng mendatangkan uang seperti yang terekam dalam video selama ini.

“Uang itu tak hanya datang dari tangannya. Tapi, ada juga tiba-tiba datang peti berisi uang,” ujar Marwah saat datang ke kantor Jawa Pos.

Kejadian gaib itu tidak hanya berlangsung di padepokan Dimas Kanjeng, namun juga di rumah para anggota atau pengikutnya. Marwah mengaku, uang bisa tiba-tiba datang di rumahnya. “Tapi, beliau pesan agar tidak digunakan dulu,” ujarnya.

Hingga sekarang, Polda Jatim belum mengeluarkan angka pasti berapa jumlah korban penipuan dari Taat Pribadi. Sebab sampai saat ini masih me­ nunggu info dari kepolisian lain terkait laporan korban.

“Kami sudah mendapat tiga laporan dari korban, dua kelompok dari Jember dan Situbondo sudah melapor dan korban dari Sulawesi Se­latan hari (Sore Kemarin, Red) sudah melapor,” terang Anton.

Saat dikonfirmasi terkait uang palsu yang digunakan Taat Pribadi untuk menipu korbannya, pihaknya berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI). Menurutnya, kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi ini merupakan kasus besar.

“Kami berkordinasi dengan pakar hukum, untuk masalah uang palsu itu akan kerjasama dengan BI. Sebab, yang berhak menyatakan uang palsu atau bukan itu adalah pejabat BI yang bisa,” jelasnya. (fajar/pojoksatu)

loading...
Click to comment
To Top