Mamah Muda Ini Digilir 7 Bandot, Salahsatunya PNS, Berikut Kronologisnya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Mamah Muda Ini Digilir 7 Bandot, Salahsatunya PNS, Berikut Kronologisnya

korban-pemerkosaan

FAJAR.CO.ID MARABAHAN – Ibu muda (35) beranak dua asal Desa Antar Baru, Anjir Talaran RT 1, Marabahan, Batola, Banjarmasin harus mengalami nasib buruk dan trauma psikis seumur hidupnya.

Mawar (nama samaran korban) dipaksa meladeni nafsu setan tujuh bandot tua itu di rumahnya sendiri.

Perempuan mahas ini tak bisa berbuat apa-apa karena diancaman akan dibunuh jika sampai melawan.

Begini kronologisnya, Mawar mengaku pada 18 Juli 2016, Ek bersama enam pelaku lainnya mendatangi rumahnya pada pukul 23.00 Wita dalam keadaan mabuk.

Para pelaku sepertinya sudah tahu kalau suami korban tidak berada di rumah.

Para pelaku sempat mengetok pintu rumah korban, setelah dibuka para pelaku langsung masuk ke dalam rumah dan mendorong korban masuk ke dalam kamar.

Di bawah tekanan dan ancaman, para pelaku menyuruh korban untuk berhubungan seks.

Sebelum melakukan hubungan badan, para pelaku mematikan lampu kamar korban dengan harapan wajah para pelaku tidak terlihat.

“Saya takut dengan keselamatan diri saya dan keluarga karena para pelaku mengancam akan membunuh,” ungkapkannya kepada polisi.

Para pelaku ditangkap polisi setlah setelah Mawar bercerita kepada suaminya bahwa dirinya sudah beberapa kali diperkosa oleh para pelaku saat sang suami tidak berada di rumah.

Tidak terima istrinya disetubuhi, sang suami langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Marabahan, Senin (19/9) lalu.

Selesai menerima laporan korban, petugas langsung meringkus enam dari tujuh orang pelaku.

Para pelaku yang diciduk adalah Arn (20), warga Desa Antar Baru Rt 1, Alb (25), warga Desa Antar Baru Rt 1, Jai (40), warga Desa Antar Baru Rt 1, Jan (35), Warga Desa Antar Baru, Sam (39), warga Desa Antar Baru, dan Sal (35), warga Banjarmasin.

Sementara itu, satu orang pelaku lagi atas nama Ek (46) yang diduga seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di lingkungan lembaga pemasyarakat (LP) tidak ditangkap oleh polisi karena alasan masih dalam pemeriksaan dan penyelidikan.

Karena kasus ini terbilang besar, akhirnya penyelidikan dan penyidikan diserahkan Polsek Marabahan ke Satreskrim Polres Batola.

Berdasarkan laporan polisi, kejadian pemerkosaan tersebut terjadi sebanyak lima kali mulai dari tanggal 18 Juli, 19 Juli, awal Agustus, akhir Agustus, dan awal September 2016.

Sementara itu, kasus pemerkosaan ini ketika dikonfirmasi ke Polres Batola, Kabag Humas Polres Batola Iptu Gunadi Budiono membenarkan kejadian tersebut dan saat ini kasusnya sudah ditangani ke Satreskrim Polres Batola.

“Para pelaku sudah kita amankan dan saat ini sudah dijebloskan ke dalam sel tahanan Polres Batola,” ujarnya, Kamis (29/9) kemarin.

Ketika ditanya soal keberadaan salah seorang pelaku bernama Eko yang masih belum ditangkap.

Gunadi mengakui memang salah seorang pelaku yang berstatus ASN ini belum ditahan karena masih dalam penyelidikan.

“Pengakuan korban, oknum ASN ini diduga ikut terlibat,” tandasnya. Namun ketika Radar Banjarmasin meminta izin untuk mewawancarai pelaku. Pihak Polres Batola tidak mengizinkan.

loading...
Click to comment
To Top