Tax Amnesty Momentum Kebangkitan Nasionalisme – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ekonomi & Bisnis

Tax Amnesty Momentum Kebangkitan Nasionalisme

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Kebijakan Tax amnesty atau pengampunan pajak dinilai pemerintah sebagai resep mujarab untuk meningkatkan penerimaan Negara. Potensi tambahan penerimaan negara hingga 160 triliun dari kebijakan tersebut cukup besar.

Bahkan, pemerintah mengklaim Tax Amnesty yang dilakukan Indonesia terbilang berhasil dibandingkan Negara lain.

“Beragam cara coba dilakukan oleh pemerintah agar program tersebut (Tax Amnesty-red) berhasil. Jemput bola yang dilakukan terhadap dapat dilihat dengan mata telanjang,” buka pengamat sosial ekonomi Thomas Setiabudi Aden, di Jakarta (2/10).

Menurut Aden, Tax Amnesty memiliki fungsi lebih untuk memindahkan harta (regulern) dari orang kaya kepada orang miskin.

“Logika sederhananya, yaitu memindahkan harta dari negara lain ke Indonesia (repatriasi). Menaman modal (investasi) baru yang akan menciptakan pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” ujar Aden.

Aden juga menjelaskan, Dana yang masuk sebagai dampak pengampunan pajak melalui repatriasi modal dan aset dapat mendorong pertumbuhan dan mendukung stabilitas ekonomi.

“Selain itu, implementasi kebijakan Tax Amnesty merupakan momentum untuk membangkitkan semangat nasionalisme,” tegas Aden.

Oleh karenanya, lanjut Aden, kebijakan tax Amnesty ini diharapkan menjadi stimulus bentuk baru atau lain untuk kebangkitan perekonomian Indonesia. Karena terbukti dapat meningkatkan kemandirian Indonesia dalam perekonomian global.

Di samping itu, menurut peserta PPRA Lemhanas – LV/96 itu, kebijakan Tax Amnesty, salah satu upaya berdikari itu seperti menghadirkan dana segar untuk membangun infratruktur yang diperlukan.

“Kebijakan Tax Amnesty harus dilihat sebagai kebijakan ekonomi yang bersifat mendasar, jadi tidak semata-mata kebijakan terkait fiskal apalagi khususnya pajak,” paparnya.

Aden berharap, Tax Amnesty tahun ini dan seterusnya akan sangat membantu upaya pemerintah memperbaiki kondisi perekonomian, pembangunan dan mengurangi pengangguran, mengurangi kemiskinan serta memperbaiki ketimpangan.

“Kebijakan Tax amnesty juga diharapkan bisa diikuti repatriasi sebagian atau keseluruhan aset orang Indonesia di luar negeri maka akan sangat membantu stabilitas ekonomi makro kita,” kata Aden.

Click to comment
To Top