Atribut Pelajar Ini Bikin Merinding, Ada Parang, Besi dan Pipa, Mereka Siap Tempur – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Atribut Pelajar Ini Bikin Merinding, Ada Parang, Besi dan Pipa, Mereka Siap Tempur

Enam ABG diamankan polisi, karena hendak menyerang sekolah lain.

Enam ABG diamankan polisi, karena hendak menyerang sekolah lain.

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA-  Sejumlah pelajar yang hendak tawuran behasil digagalkan polisi. Mereka diketahui akan menyerang sekolah lain, karena telah mempersenjatai diri dengan parang dan pipa. Namun polisi mencium gelagat mereka yang tengah nongkrong untuk siap-siap tempur.

Klompotan pelajar yang berhasil diamankan berjumlah enam orang, mereka berinisial VT (14), SP (14), AA (10), YP (13), HR (11) dan AB (13) terbilang besar. Rupanya saat diamankan polisi karena laporan warga, keenamnya kedapatan membawa parang. Diduga parang panjang itu hendak dipakai menyerang lawannya. Saat diamankan polisi, wajah-wajah asli pelajar tersebut terlihat. Ada yang meringis karena takut diangkut polisi bahkan diantara mereka beralasan hanya nongkrong sebelum pulang sekolah.

Saat diangkut ke kantor polisi di Jalan DI Pandjaitan, keenam pelajar itu kompak memang tak masuk sekolah. Saat itu mereka bolos sekolah. “Ya pak saya bolos sekolah. Saya hanya ikut-ikutan saja dengan yang lainnya,” ucap SP tertunduk malu.

Sebagai hukuman, pelajar-pelajar itu mendapatka pembinaan. Mereka diminta menerapkan baris berbaris serapi mungkin, hingga melakukan hormat bendera dibawah pengawasan polisi. Selanjutnya mereka diminta menghubungi orangtua masing-masing untuk selanjutnya diberikan arahan. Baik orangtua pelajar diminta memerhatikan pergaulan anak-anak mereka. Sementara pelajar yang terjaring diminta membuat surat pernyataan agar tak mengulangi ulah mereka lagi.

Kapolsekta Samarinda Utara Kompol Erick Budi Santoso yang dikonfirmasi Sapos mengungkapkan, mereka mengamankan enam pelajar berseragam itu karena informasi warga hendak melakukan aksi tawuran.

“Kami terpaksa mengamankan mereka, karena mulanya dapat laporan warga ada pelajar bonceng tiga. Mereka menggunakan dua motor. Ini sebagai tindakan antisipasi kami terhadap maraknya aksi tawuran anak-anak,” jelas Erick.

“Orangtua mereka kami panggil untuk diberi arahan agar memperketat pengawasan anak-anak mereka. Tujuannya untuk antisipasi anak-anak itu salah pergaulan dan terjerumus melakukan hal-hal berbahaya lainnya,” Erick menambahkan. (kis/rin)

loading...
Click to comment
To Top