Jalani Rekonstruksi Dimas Kanjeng, 350 Personel Dikerahkan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Jalani Rekonstruksi Dimas Kanjeng, 350 Personel Dikerahkan

52903_71732_dimas-kanjeng-padepokan
Ratusan Personel Amankan Rekonstruksi di Padepokan Dimas kanjeng/JawaPos

FAJAR.CO.ID, PROBOLINGGO—Dimas Kanjeng hari ini jalani rekonstruksi kasusnya. Menurut Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Raden Prabowo Argo Yuwono pengamanan rekonstruksi harus maksimal karena punya kerawanan tinggi.

Pasalnya,  Dimas memiliki 23 ribu pengikut. Puluhan orang di antaranya masih bertahan di padepokan.

Setidaknya akan dikerahkan 350 personel. Dua mobil Barracuda juga diterjunkan.

Salah satunya digunakan untuk meng­angkut Dimas Kanjeng. Enam mobil patroli juga dikerahkan untuk mengawal sepanjang perjalanan.

Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos, Dimas Kanjeng sudah diberangkatkan menuju padepokan itu tadi malam.

Pantauan Jawa Pos, sekitar seratus personel khusus diterjunkan untuk mengawal Dimas Kanjeng menuju Probolinggo.

Rekonstruksi itu bakal memperjelas kronologi kematian Abdul Gani. Sebab, dari keterangan enam eksekutor yang sudah ditangkap, korban yang berpangkat sultan itu dibunuh di dalam Padepokan Dimas Kanjeng.

Polisi juga berharap bisa menemukan fakta dan bukti baru yang terkait dengan pembunuhan tersebut.

“Garis polisi sudah dipasang sejak Dimas Kanjeng ditangkap. Jadi, beberapa bukti masih ada di dalamnya, kata Argo.(rid/c11/ang/flo/jpnn)

Berikut rinciannya:

Personel yang Diterjunkan

– 200 personel Brimob Polda Jatim bersenjata lengkap

– 100 personel Sabhara Polda Jatim

– 50 personel Sabhara Polres Probolinggo

– 16 personel Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Jatim

– 50 personel Subdit III Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Jatim

– 2 mobil barracuda (digunakan untuk mengangkut tersangka)

– 6 patroli untuk pengawalan tersangka dari Polda Jatim menuju Probolinggo

– 1 bus berisi perlengkapan rekonstruksi dan awak media

– Tambahan personel dari pasukan Brimob di Watukosek, Pasuruan

loading...
Click to comment
To Top