Pengikut Loyal Kanjeng Dimas Yakin, Berita Kejahatan Soal Idolanya Adalah Fitnah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Pengikut Loyal Kanjeng Dimas Yakin, Berita Kejahatan Soal Idolanya Adalah Fitnah

Maani yakin apa yang terjadi saat ini adalah perbuatan fitnah dari pihak-pihak yang tak senang dengan kiprah Dimas Kanjeng Taat Pribadi. FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

Maani yakin apa yang terjadi saat ini adalah perbuatan fitnah dari pihak-pihak yang tak senang dengan kiprah Dimas Kanjeng Taat Pribadi. FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

FAJAR.CO.ID, CIREBON – Meski kasusnya sudah ditangan polisi, namun pengikut fanatik Dimas Kanjeng Taat Pribadi masih konsisten. Puluhan pengikut itu berada di Desa Tegalgubug, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Meski terpisah jarak 500 km lebih, para pengikut di Tegalgubuk tetap menunjukan loyalitasnya kepada pria berbadan tambun yang mengaku punya kesaktian menggandakan uang tersebut.

Contohnya Ibu Maani (46), warga Blok Kapling, Desa Tegalgubug, yang tak sama sekali tak terpengaruh penangkapan Dimas Kanjeng oleh aparat kepolisian terkait kasus pembunuhan dan penipuan. Dia juga tak percaya berbagai berita miring di media soal Dimas Kanjeng.

“Sampai detik ini kami masih yakin dan percaya sama Mas Kanjeng. Bahwa ada isu yang beredar tersebut adalah fitnah dan merupakan ujian untuk Mas Kanjeng dan para santri,” tegas Maani kepada Radar Cirebon (grup JPNN).

Banyak hal yang membuat Maani dan santri lainnya loyal kepada Dimas Kanjeng. “Saya pribadi banyak menerima manfaat. Tentunya tidak bisa saya sampaikan. Harus ikut sendiri baru bisa merasakan. Tapi yang pasti setelah ikut dan menjadi santri, hati saya lebih tenang, tujuan hidup saya terarah dan tidak ada beban,” aku dia.

Ibu dengan enam anak ini membantah adanya iuran maupun setoran kepada Dimas Kanjeng. Menurutnya, justru para santri yang sering diberikan uang oleh Dimas Kanjeng melalui orang-orang kepercayaannya. “Saya pun tidak merasa dirugikan, justru saya merasa bangga dan istimewa karena bisa bertemu langsung dengan Mas Kanjeng,” tuturnya.

Soal tata cara ibadah dan berdoa di padepokan Dimas Kanjeng, Hj Maani mengatakan tidak ada yang aneh atau menyimpang dengan ajaran agama Islam. “Salatnya sama, doanya sama, kok ada yang bilang sesat. Ini kan sudah jelas fitnah. Wong saya sendiri yang merasakan manfaatnya,” pungkasnya.

Saat ini, suami Maani dan seorang keponakannya berada di Padepokan Dimas Kanjeng, Probolinggo, Jawa Timur. Dia sendiri tak tahu kapan keduanya akan kembali ke kampung.

Meski begitu, Maani sama sekali tak merasa keberatan. Pasalnya, dia teringat salah satu ceramah Dimas Kanjeng soal ancaman dari luar terhadap padepokan.

“Ya, tahun lalu pernah saya dengar tausiyah dari Mas Kanjeng. Saat itu beliau titip kepada santri untuk menjaga padepokan. Saat itu katanya ada pihak-pihak yang berniat tidak baik kepada padepokan. Rupanya beliau sudah kerasa,” pungkasnya. (dri/dil/jpnn)

To Top