Politisi Cantik Pemilik Foto Panas di FB, Akhirnya Bikin Status Baru. Isinya Begini – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Politisi Cantik Pemilik Foto Panas di FB, Akhirnya Bikin Status Baru. Isinya Begini

FAJAR.CO.ID, BONTANG – Nasi sudah menjadi bubur. Foto-foto vulgar politisi wanita Bontang berinisial NA, terlanjur tersebar di media sosial (medsos) Facebook. Celakanya, penyebarnya adalah suami siri korban, Djalil Kurniadi Syarief.

Kendati demikian, tersangka sudah diringkus Sat Reskrim Polres Bontang, Kamis (29/9) sekira pukul 23.30 Wita di sebuah restoran di Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Sebelum tertangkap, tersangka diketahui merupakan pecatan polisi yang alih profesi menjadi wartawan media online di Kutim. Sudah empat tahun dia desersi. Tersangka terakhir berdinas di Polres Makassar Timur. Tak hanya itu, tersangka ternyata masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Sulselbar.

Meski menjadi korban, namun NA tetap menghaturkan maaf kepada masyarakat atas tersebarnya foto vulgar tersebut. Permintaan maaf NA di­-posting melalui akun Facebook pribadinya, Jumat (30/9) sekira pukul 17.56 Wita. Posting permohonan maaf ditandai ke 25 pengguna Facebook. Komentar pun berdatangan. Ada yang memberi dukungan moril, ada juga yang membela tersangka. Total ada 53 tanggapan. Kemudian, di­-like 113 pengguna. Data itu hingga Sabtu (1/10) sekira pukul 19.00 Wita.

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat, khususnya warga Bontang, atas munculnya foto pribadi saya di media sosial yang di-upload suami saya, tanpa sepengetahuan saya. Sebagai pihak yang korban yang sangat dirugikan, saya telah melaporkan suami saya tersebut ke pihak Polres Bontang. Dan Alhamdulillah, tadi malam (Kamis, Red.) sudah langsung ditindaklanjuti dengan dilakukan penangkapan kepada pelaku,” kata NA, mengawali posting-an.

NA juga memuji kinerja kepolisian yang bergerak cepat mengungkap kasus yang membuatnya tidak nyaman. “Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolres Bontang yang dengan sigap menindaklanjuti aduan saya tersebut. Meskipun terasa berat, namun permasalahan rumah tangga saya ini harus diselesaikan melalui proses hukum,” ujarnya.

Karena, kata dia, perbuatan tersangka dianggap sudah sangat keterlaluan dan membuat malu korban dan keluarga besarnya. “Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian tersebut kepada seluruh masyarakat dan ini menjadi pelajaran berharga bagi saya dan bagi orang lain agar tidak terulang kembali. Terima kasih kepada teman-teman, sahabat, dan keluarga yang telah memberikan bantuan dan support moral kepada saya dalam menghadapi kasus ini. Semoga ada hikmah kebaikan di balik semua ini. Salam,” tutupnya.

Diberitakan, foto panas politisi wanita bernisial NA beredar di Facebook. Dalam foto tersebut, NA berpose tanpa busana dengan Djalil. Ada lebih dari satu foto yang diduga tersebar. Foto pertama, menggambarkan NA dan Djalil tengah berpelukan sembari selfie di atas tempat tidur. Keduanya tidak mengenakan pakaian. Bagian atas NA kelihatan.

Namun, wajah Djalil tidak terlihat jelas lantaran tertutup emoticon. Foto lainnya, gambar saat NA hendak mengenakan pakaian. Posisi sang wanita membelakangi kamera. Lagi-lagi tanpa busana alias bugil.

NA sendiri diketahui merupakan kader salah satu parpol. Kabarnya, akun miliknya diretas. Di mana, penyebarnya adalah suaminya sendiri. Foto-foto yang di-unggah di akun Facebook NA itu, tertera isian profil korban, mengenakan seragam salah satu parpol. Dia diketahui menjabat sebagai salah satu pengurus parpol, lengkap dengan foto ketua umum parpol.

Kapolres Bontang AKBP Andy Ervyn, didampingi Kasat Reskrim AKP Ade Harri Sistriawan mengatakan, tersangka ditangkap Kamis sekira pukul 23.30 Wita di Jalan Sulawesi, Kecamatan Sangatta Utara, Kutim. Dia menjelaskan, dasar penangkapannya adalah Laporan Polisi (LP) bernomor: LP/230/IX/2016/Kaltim/Res Bontang tanggal 28 September 2016.

“Tersangka berinisial DL (panggil saja Djalil, Red.), berhasil ditangkap oleh Unit Opsnal dan Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) yang melakukan pengejaran hingga Sangatta,” katanya, Jumat (30/9) kemarin.

Tidak sulit menangkap tersangka. Sebelum mendatangi tersangka, NA sudah lebih dulu lapor polisi. Dia datang ditemani polwan. Pertemuan itu juga sudah dipantau Sat Reskrim Polres Bontang serta Polres Kutim. Dengan mudah, Djalil ditangkap dan ditahan di Polres Bontang. “Kami tangkap di sebuah restoran di Sangatta,” kata Kapolres.

Dari pemeriksaan, Djalil diketahui masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Sulselbar. Dia menjelaskan, Djalil yang kini berusia 35 tahun merupakan mantan polisi yang dipecat alias desersi. Tersangka terakhir berdinas di Polres Makassar Timur. Usai dipecat dari kepolisian tersangka tinggal di Sangatta Utara. Di sana, Djalil diketahui berprofesi sebagai wartawan salah satu media online di Kutim.

Selain mengamankan tersangka, kami juga menyita barang bukti berupa telepon genggam milik tersangka dan korban, kemudian kamera merek Canon, serta laptop merek Acer.

Informasi yang dihimpun, kejadian itu sendiri bermula dari Rabu lalu, saat NA menelepon Djalil untuk mengantarkan motornya. Kemudian, Rabu sekira pukul 15.00 Wita, Djalil mengantar motor ke rumah NA dan meminta uang Rp 50 ribu untuk ongkos pulang ke Sangatta Utara.

Usai menerima duit dari korban, tersangka pun berteriak kepada korban dan berkata agar melihat Facebook. Penasaran, NA pun membuka Facebook. Alangkah terkejutnya NA ketika mendapati foto panas mereka berdua sudah di-unggah dan terpampang jelas. Menurut keterangan tersangka, foto tersebut di-upload sekira pukul 16.22 Wita.

Foto-foto vulgar itu di-upload melalui telepon genggam milik korban yang dibawa tersangka. Kemudian, NA menelepon Djalil dan menanyakan maksud meng-unggah foto panas tersebut. Namun, tersangka justru berkata bahwa itu belum seberapa. Tersangka mengancam korban akan meng-unggah foto dan video yang lebih vulgar.

Dalam telepon genggam milik korban, diketahui ada beberapa foto panas. Informasi yang dihimpun, ada enam foto panas. Namun, yang tersebar hanya tiga saja. Tersangka sendiri terancam dijerat pelanggaran Undang-undang (UU) Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Akibat perbuatannya, Djalil terancam hukuman enam tahun penjara.

Lalu, apa yang melatarbelakangi kasus penyebaran foto tak senonoh itu? Kepada polisi, tersangka mengaku akibat cekcok. Tersangka sakit hati lantaran korban sering menelepon orang tua tersangka dan marah-marah. “Karena cekcok saja. Saya sakit hati, terus saya sebar fotonya,” kata tersangka kepada petugas.

Sementara itu, kepada awak media, Djalil mengaku khilaf telah menyebarkan foto istrinya. Namun, dia mengaku hanya tiga foto yang di-unggah. “Video tidak ada. Tidak ada motif lain, saya khilaf saja,” terangnya. (gun)

Click to comment
To Top