Edan Benar!! Anak SD Bisa Cabuli Bocah 4 Tahun, Kakek Tuntut Keadilan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Edan Benar!! Anak SD Bisa Cabuli Bocah 4 Tahun, Kakek Tuntut Keadilan

asusila

FAJAR.CO.ID, PENAJAM – Kasus pencabulan di Kecamatan Sepaku, Desa Telemow pada 26 Agustus lalu oleh peserta didik SD yang masih berumur 11 tahun membuktikan krisis moral saat ini tak bisa dianggap enteng. Apalagi, korbannya bocah wanita yang masih berumur empat tahun. Pihak keluarga korban pun meminta keadilan dan perlindungan anak atas kejadian tersebut.

Kakek korban yang bernama Yusuf (47) mengetahui kejadian tersebut setelah cucu yang dirawatnya sejak bayi tersebut bercerita kepada neneknya. “Awalnya neneknya tidak mau cerita. Mungkin gelisah, jadi akhirnya saya diceritakan juga,” ucap Yusuf saat mendatangi Kantor KB dan Pemberdayaan Perempuan, Penajam Paser Utara (PPU), Senin (26/9).

“Pertamanya itu, cucu saya dengan istri saya (nenek korban) saat dimandikan. Teman bermainnya menindih dan memasukkan jari ke kemaluannya,” ucap pria yang bekerja sebagai petani dan buruh serabutan tersebut.

DEMI CUCU: Yusuf, kakek Korban saat mengadu ke Kantor KB dan Pemberdayaan Perempuan Penajam Paser Utara (PPU). (SAYYID/KP)

DEMI CUCU: Yusuf, kakek Korban saat mengadu ke Kantor KB dan Pemberdayaan Perempuan Penajam Paser Utara (PPU). (SAYYID/KP)

Setelah mengetahui kejadian tersebut Yusuf kemudian memeriksakan cucunya ke puskesmas. Setelah itu, Yusuf melaporkan ke pos polisi terdekat dan berharap mendapat keadilan atas apa yang dialami cucu kesayangannya tersebut. “Saya cuma berharap dapat keadilan dan hukum dijalankan. Saya meminta ini dipublikasikan agar jadi pelajaran untuk semua orangtua dapat menjaga anak-anaknya,” ucapnya.

Menurut informasi, saat ini Polres PPU telah mengetahui hal tersebut dan laporan sedang ditindaklanjuti. Polisi telah memanggil pelaku. Tidak hanya itu, Kantor KB dan Pemberdayaan Perempuan telah mengetahui hal tersebut. Namun, saat ingin dikonfirmasi terkait hal itu, pejabat yang berkompeten di bidang tersebut sedang dinas luar daerah. Informasi terakhir, dua bocah laki-laki yang masih berumur 7 dan 11 tahun terlibat dalam peristiwa ini. (*/yid/ms/k11)

loading...
Click to comment
To Top