Dimas Kanjeng juga Punya Padepokan di Kalimantan, Santrinya Fanatik – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Dimas Kanjeng juga Punya Padepokan di Kalimantan, Santrinya Fanatik

KASUS PEMBUNUHAN: Dimas Kanjeng Taat Pribadi saat ditangkap tim gabungan Polda Jatim, kemarin.  radar bromo

FAJAR.CO.ID SAMARINDA – Kiprah Dimas Kanjeng Taat Pribadi ternyata tak hanya di Jawa dan Makassar saja.

Pria yang membuat heboh karena mengaku bisa menggandakan uang itu juga punya padepokan di Kalimantan.

Dari penelusuran Kaltim Post, padepokan asuhan Dimas Kanjeng Taat Pribadi berdiri di Samarinda.

Tepatnya di Jalan Ir Sutami, Gang Pusaka, RT 22, Kelurahan Karang Asam Ulu, Sungai Kunjang.

Namanya, Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng (YPDK) Daarul Ukhuwwah.

Pedepokan ini merupakan pusat pertemuan santri Dimas Kanjeng di Kaltim.

Saat menyambangi padepokan itu, hanya terdapat beberapa santri yang tampak berjaga.

Mereka berjaga tepat di depan rumah berpagar warna merah jambu.

Di bagian depan terdapat gapura yang menunjukkan identitas bertuliskan YPDK Daarul Ukhuwwah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah warga di sekitar pedepokan itu, aktivitas pengajian YPDK Daarul Ukhuwwah rutin digelar rutin tiap pekan pada malam Rabu.

Santrinya berasal dari pelbagai daerah di Kaltim maupun Kaltara. Seperti Samarinda, Paser, Balikpapan, Bontang, hingga Tarakan.

YPDK Daarul Ukhuwwah di Samarinda sebagai pusat perwakilan di Kaltim ini dipimpin oleh murid Dimas Kanjeng bernama Sultan Agung Ustaz Sumariono.

“Beliau tidak ada di rumah. Sejak beberapa hari lalu pergi ke padepokan di Jawa Timur,” ucap salah satu warga sekitar yang enggan namanya disebutkan, Rabu (5/10).

Dia mengatakan, Dimas Kanjeng Taat Pribadi sendiri pernah bertandang ke YPDK Daarul Ukhuwwah Samarinda pada 8 November 2015 lalu.

Saat itu, selain melakukan penggandaan uang, Dimas Kanjeng juga memimpin acara pengajian dan istigasah akbar.

Acara itu juga diselipi pengangkatan Sumariono sebagai koordinator Kaltim dengan gelar sultan agung.

“Warga di sini (RT 22) memang ada diundang saat itu. Tapi, tidak ada yang mau datang,” ujarnya. (Fajar/Jpnn)

loading...
Click to comment
To Top