Mengerikan, Di Rumah Sakit Ini Bor Tukang Bangunan digunakan Untuk Operasi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Mengerikan, Di Rumah Sakit Ini Bor Tukang Bangunan digunakan Untuk Operasi

bor-operasi

FAJAR.CO.ID TENGGARONG – Kasus dugaan penggunaan alat bedah tulang yang menyerupai bor tukang bangunan, yang dilakukan tim medis RSUD AM Parikesit, Kaltim mulai terurai.

Direktur RSUD AM Parikesit dr Martina Yulianti tak membantah sempat menggunakan alat bor tersebut.

Namun, dia mengatakan, sebelum menggunakan alat bor tersebut, tim medis melewati sejumlah prosedur.

Termasuk meminta rekomendasi dari Perhimpunan Ahli Bedah Orthopaedi Indonesia (PABOI).

Alatnya mesti steril dan digunakan dalam kondisi tertentu. Selama ini, kata dia, tak satu pun pasien bedah yang mengeluh terkait penggunaan alat tersebut.

Hal inilah yang membuat pihak rumah sakit heran. Termasuk tersebarnya foto-foto penggunaan bor pada saat dokter sedang melakukan operasi.

Hal itu akhirnya menimbulkan tudingan malapraktik yang dilontarkan sejumlah pihak.

Apalagi, penyebaran foto disertai isu tak sedap justru muncul setelah pihak rumah sakit tak lagi menggunakan alat tersebut.

Dia menyebut, pelaku penyebaran foto memanfaatkan kurangnya pengetahuan masyarakat terkait proses bedah ortopedi.

Penyebar foto diduga merupakan oknum pegawai rumah sakit.

Oknum tersebut melakukannya karena tak terima dengan pembenahan sumber daya manusia (SDM) yang dilakukan manajemen.

Pembenahan besar-besaran yang dilakukan pihak rumah sakit tipe B itu rupanya tak diterima sejumlah pihak. Terutama sebagian oknum pegawai.

Untuk mendukung zona integritas, kata Yuli, ada sistem yang memfasilitasi pengaduan. Bahkan pengaduan bagi antarpegawai.

Sistem itu disebut Whistle Blower System (WBS). Rumah sakit dipastikan melindungi pengadu yang mengendus penyimpangan.

Dari hasil pengaduan itu, diketahui ada oknum yang memiliki kinerja kurang baik.

Pihak rumah sakit akhirnya melakukan pemanggilan terhadap oknum itu. Pemanggilan yang dilakukan juga berdasarkan aduan pasien.

“Rumah sakit punya sistem untuk memilah atau memetakan kategori pengaduan. Apakah karena masalah manusia, sarana-prasarana atau sistemnya yang dikeluhkan,” katanya saat ditemui Selasa (4/10) kemarin.

Alat bor, kata dia, tak mesti digunakan dalam setiap bedah ortopedi.

Bor hanya digunakan saat memasang sekrup untuk menyambung tulang.

Dia mengatakan, alat serupa juga sering digunakan untuk keperluan di luar medis.

Alhasil, masyarakat yang awam pun menganggap proses ortopedi dengan bor tersebut aneh.

Padahal, berbagai ahli ortopedi memastikan hal tersebut aman digunakan asal sesuai prosedur. Salah satunya, agar tetap steril.

“Itu pun tidak semua bedah ortopedi menggunakan alat ini. Anehnya, kenapa masalah ini mencuat setelah alat tersebut sudah tidak digunakan lagi,” ujarnya. (Fajar/Jpnn)

loading...
Click to comment
To Top