Setor Rp 202 Miliar, Dapat 5 Peti Isinya Upal Plus Emas PKI Palsu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Setor Rp 202 Miliar, Dapat 5 Peti Isinya Upal Plus Emas PKI Palsu

FAJAR.CO.ID MAKASSAR – Korban Dimas Kanjeng Taat Pribadi terus bermunculan. Salah seorang korbannya adalah Najemiah.

Tidak tanggung-tanggung, perempuan dari Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), itu menyetor uang sampai Rp 202 miliar agar bisa digandakan oleh Dimas Kanjeng.

Hal tersebut dilakukan pada periode 2013 sampai 2015. Najemiah meninggal pada 8 Mei lalu.

Menurut Nur Najmul Muin, putra bungsu Najemiah, uang tersebut disetor dengan dua cara Uang Rp 9 miliar ditransfer melalui bank.

Sisanya, Rp 193 miliar, disetor langsung oleh Najemiah kepada Dimas Kanjeng secara bertahap.

Sebagai gantinya, Najemiah mendapatkan sembilan peti berisi uang dan satu peti emas batangan.

Peti-peti tersebut dikirim ke Makassar melalui kapal oleh orang suruhan Dimas Kanjeng.

Namun, karena curiga, keluarga mengembalikan lima peti ke Probolinggo.

Sisanya masih berada di kediaman Najemiah di kompleks Unhas Blok K10, Tallo, Makassar.

Kemarin tim penyidik Polda Jatim dan Polda Sulsel memeriksa empat peti tersebut. Kabarnya tiga peti itu diduga berisi uang palsu (upal).

Permukaan peti diisi uang palsu asing dari beberapa negara. Di antaranya, mata uang Korea, Vietnam, dan Iran serta euro.

Sementara itu, di bagian bawah ada kertas HVS yang dipotong seukuran uang dan diikat.

Sementara, satu peti lagi berisi emas palsu. Emas batangan dengan gambar palu arit tersebut diduga terbuat dari kuningan.

“Semuanya palsu. Untuk lebih jelasnya, kami akan periksa di labfor,” kata Kapolda Sulsel Irjen Pol Anton Charliyan.

Barang bukti uang dan emas palsu itu akan dikirim ke Polda Jatim. Juga ada keris, permata, dan kunci yang konon digunakan untuk membuka penyimpanan uang Dimas Kanjeng di Probolinggo.

“Saksi-saksinya akan diperiksa di sini, sekitar sembilan orang. Diperiksa secara bertahap. Sehari-dua hari ini kami akan periksa. Nanti kami akan sampaikan hasilnya,” katanya.

loading...
Click to comment
To Top