Biaya Operasional Rp1,2 M, Setoran Hanya Rp11 Juta, Perusda Makassar Dievaluasi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Biaya Operasional Rp1,2 M, Setoran Hanya Rp11 Juta, Perusda Makassar Dievaluasi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kinerja jajaran direksi tiga perusahaan daerah Makassar mulai dievaluasi. Setoran pendapatan menjadi indikator penilaian. Diduga, penerimaan retribusi kerap bocor. Tiga perusahaan daerah yang disorot adalah PD Parkir Makassar Raya, PD Pasar, serta PD Terminal Metro.

Badan Pengelola Keuangan dan Aset Makassar mengidentifikasi bahwa pendapatan tiga perusda itu cukup besar. Besarnya pendapatan dapat dilihat pada harga satuan penarikan jasa yang dikelola. Harganya kecil, sedangkan pendapatannya cukup besar. Sebab, penarikan retribusi dilakukan setiap hari. Berdasar data yang diperoleh di PD Parkir, pendapatan per bulan untuk 900 titik parkir mencapai Rp 1,25 miliar.

Hal tersebut berdasar pendapatan Rp 15 miliar per tahun. Namun, setoran yang masuk cukup kecil. Pada 2015, misalnya, dividen PD Parkir hanya Rp 139 juta setahun. Jika dibagi per bulan, dividen yang dihasilkan adalah Rp 11,58 juta. Artinya, operasionalisasi mencapai Rp 1.238.416.667.

Hal serupa terjadi di PD Pasar. Pendapatan harian dalam pengelolaan 22 pasar mencapai Rp 45 juta. Namun, setoran dividen pada 2015 hanya Rp 300 juta. Jika dihitung, setoran dividen PD Pasar per bulan hanya Rp 25 juta. Sangat kecil, padahal pendapatan harian Rp 45 juta. Per bulan atau 26 hari kerja, pendapatan PD Pasar bisa mencapai Rp 1.170.000.000.

’’Pendapatan memang besar, tetapi operasional pegawai harus dihitung,’’ kata Direktur Operasional PD Pasar Japri Y. Timbo. Berdasar data yang diperoleh, jika dividennya Rp 25 juta per bulan, biaya operasional PD Pasar mencapai Rp 1.145.000.000 setiap bulan. Sangat besar.

’’Urusmi itu pedagang. Susah ngurus pedagang. Retribusi harian tersebut kami gunakan untuk operasionalisasi. Kalau retribusi kebersihan, kami pakai untuk membayar pihak ketiga soal sampah,’’ ungkap politikus Partai Demokrat itu.

Dia mengakui, ada 422 karyawan PD Pasar Makassar Raya yang terdiri atas 260 karyawan berstatus organik (tetap) dan 172 karyawan kontrak. Sebanyak 50 persen di antara total pendapatan Rp 1,3 miliar tersedot untuk pembayaran gaji pegawai dan direksi. ’’Selebihnya untuk operasional,’’ katanya.

Bagaimana dengan PD Parkir? Direktur Operasional PD Parkir Syafrullah menyatakan, tak ada penyelewengan dalam pendapatan. ’’Pendapatan telah dimaksimalkan. Bahkan, target yang dicanangkan tahun ini cukup besar,’’ tuturnya.

Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto menyebutkan, dividen beberapa perusda memang cukup meresahkan. Apa yang diharapkan masih jauh dari harapan. Khususnya untuk mendongkrak pendapatan daerah.

Karena itu, pihaknya akan merombak struktur jajaran direksi. Melalui perombakan, diharapkan uang receh tersebut bisa masuk ke pendapatan asli daerah dengan maksimal. ’’Kalau dihitung, pendapatan mereka cukup besar. Makanya, setoran dividen tahun ini menjadi ukuran kinerja mereka,’’ ucapnya. (Fajar/JPG)

Click to comment
To Top