Bu Menteri Yohana Lapor, Ada Orang Tua Kurung dan Rantai Kaki Anaknya, Katanya Biar Gak Bolos Sekolah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Bu Menteri Yohana Lapor, Ada Orang Tua Kurung dan Rantai Kaki Anaknya, Katanya Biar Gak Bolos Sekolah

FAJAR.CO.ID PONTIANAK – Tindakan di luar batas orang tua pada anak masih kerap terjadi di sejumlah daerah.

Salahsantunya Ayah berinisial JKM asal Singkawang, Kalimantan Barat.

JKM tega merantai dan mengurung putrinya sendiri, hanya karena adanya informasi bahwa anaknya sering bolos sekolah dan menghisap lem.

Tanpa belas kasihan, JKM mengikat kaki putrinya yang masih SMP itu dengan rantai di dalam kamar rumahnya ukuran 1,5×2 meter, hingga berbulan-bulan.

Peristiwa tersebut diketahui Sabtu (1/10) sekitar pukul 19.20, ketika regu piket Polres Singkawang menerima informasi melalui SMS yang menyatakan dirinya dirantai dalam sebuah rumah dan sudah hampir dua minggu.

Menerima laporan tersebut petugas piket melalui jawaban SMS  menanyakan alamat lengkap. Korban langsung menjawab alamat lengkapnya.

Setelah mendapat informasi tersebut, pihaknya bersama tim reserse dan Unit PPA, langsung menuju lokasi untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.

Setelah dicek ternyata benar ditemukan seorang anak perempuan berinisal SS (15) sedang dalam kondisi terikat rantai.

Kemudian korban dibawa Ke Polres Singkawang bersama pamannya, JKK untuk dimintai keterangannya.

Menurut Kapolres Singkawang AKBP Sandy Alfadien Mustofa, korban telah dimintai keterangan di Unit PPA. Saksi yang tahu permasalahan juga ikut diperiksa.

Sandy mengatakan, saat ini anak yang ditandai orangtuanya sudah dikembalikan ke rumah begitu juga orangtuanya.

“Saat ini sudah dikembalikan ke rumah namun dalam pengawasan unit PPA Polres Singkawang,” ungkapnya.

Orangtuanya wajib lapor dua hari sekali ke Polres Singkawang dan diminta tidak mengulangi perbuatannya.

Apalagi, anak masih duduk di kelas XV SMP. Sebelum dikembalikan baik anak dan orangtuanya dilakukan pembinaan bekerjasama dengan instansi terkait.

“Untuk anak kita lakukan pemulihan jangan sampai terjadi  trauma sedangkan orangtuanya diberikan pembinaan agar tak mengulangi lagi hal yang tidak benar dalam mendidik anak,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan orangtuanya anak ini terpaksa dibantu dikarenakan khawatir mengulangi perbuatannya seperti ngelem.

Apalagi, kata Kapolres, seperti diakui orang tuanya anak ini bandel dan susah diatur.

“Hal ini akan kita terus lakukan pemantauan,” katanya.

Menurut pengakuan orangtuanya juga anak ini dirantai sekitar 11 hari di kaki bagian kanannya, namun tidak ada lecet bagian tubuh yang dirantai.

Selama dirantai, kata Kapolres, anak ini tetap diperhatikan orangtuanya seperti makan dan minumnya.

loading...
Click to comment
To Top