Teten: Kondisi Wilayah Pangkep Jadi Prioritas – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Teten: Kondisi Wilayah Pangkep Jadi Prioritas

dsc_7047

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Saat menjadi pembicara pada ‘Expert Meeting’ yang dilaksanakan oleh International NGO Forum on Indonesian Development (Infid), Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) H Syamsuddin A Hamid SE berhasil membuat peserta diskusi bungkam dengan berbagai penjelasan yang disampaikan dengan bahasa sederhana, namun terarah.

Dalam pemaparannya, Bupati dua periode itu menjelaskan berbagai kondisi wilayahnya, termasuk tantangan yang dihadapi pemeritah daerah seiring dengan visi dan misi pemerintahannya saat ini. “Ada 112 pulau di Pangkep, itu membutuhkan pelayanan dengan berbagai potensi alam yang cukup besar dimilikinya. Salah satunya adalah potensi wisata,” jelasnya, dalam diskusi ahli di Lantai 3, Ruang Nissi, Hotel JS Luwangsa, Jln. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Kepala Staf Presiden RI, Teten Masduki yang ditemui usai mengikuti kegiatan itu sangat memahami kondisi wilayah khususnya daerah yang memiliki kondisi dan letak geografis seperti, Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan.

Teten menjelaskan, gerakan global untuk menyetujui 17 program Sustainable Development Goals (SDGs) yang meliputi menghapus kemiskinan, mengakhiri kelaparan, kesehatan yang baik dan kesejahteraan, pendidikan bermutu, kesetaraan gender, akses air bersih dan sanitasi, energi bersih dan terjangkau, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, infrastruktur industri dan inovasi, mengurangi ketimpangan, kota dan komunitas yang berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab, penanganan perubahan iklim, menjaga kelestarian laut, menjaga ekosistem darat, perdamaian keadilan dan kelembagaan yang kuat dan kemitraan untuk mencapai tujuan.

“Peranan pemerintah dan universitas sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan itu,” katanya.Saat disinggung mengenai program Nawacita Jokowi dan Jusuf Kalla, dengan kondisi wilayah kepulauan di Kabupaten Pangkep.

Teten Masduki mengakui, membangun konektifitas diwilayah kepulauan itu harus menjadi sebuah prioritas dan sudah menjadi komitmen presiden.”Memperbanyak trayek pelataran dan pelabuhan, sudah jadi prioritas. Olehnya itu, dengan kondisi diwilayah Pangkep, kita akan lakukan langkah upaya dan harus ada perencanaan. Nanti saya perhatikan daerah itu,”ungkapnya.

Senada diungkapkan, Menteri Ketenagakerjaan, M Hanif Dakhiri, bahwa pemerintah daerah khususnya harus mempunyai kebijakan dalam hal pembangunan. Utamanya, dalam hal peningkatan sumber daya manusia (SDM) yakni, pendidikan formal dan pendidikan vokasional, yakni salah satu sistem pendidikan yang dapat menjawab masalah pengangguran di era globalisasi.

Sebelumnya, Direktur Infid Sugeng Bahagijo menjelaskan, pertemuan ini sangat penting artinya dalam membangun kemajuan dan sinergitas antara program pemerintah pusat dan daerah, serta keterlibatan perguruan tinggi.Dalam pertemuan yang dihadiri, Enam rektor Universitas terkemuka di Indonesia. Rektor UNHAS Dwia Aries Tina Palubuhu menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan oleh Infid sangat penting, karena kegiatan ini mencari peluang dalam rangka pencapaian sebuah program.

“Banyak perspektifnya, menginspirasi pemerintahan di daerah untuk memperluas pemahaman untuk pencapaiannya. Sinergitas jaringan, komunikasi masih menjadi tantangan dengan pemanfaatan potensi daerahnya yang masih kurang. Cuma kita dibatasi waktu, olehnya itu kegiatan ini masih harus terus dilanjutkan,” jelasnya.

Hadir juga dalam kegiatan itu, Deputi Kemaritiman dan Sumber Daya alam Bappenas, Dirjen Multilateral. Kementrian Luar Negeri dan Deputi II Bidang Kajian Pengelolaan Program Prioritas, Kantor Staf Presiden. (Fajar/ade)

loading...
Click to comment
To Top