BNN Ingin Tangkap Tangan Dua Oknum Anggota DPRD Nyabu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

BNN Ingin Tangkap Tangan Dua Oknum Anggota DPRD Nyabu

HEBOHKAN MEDSOS: Video yang diduga dua pejabat legislatif Padangpariaman yang sedang mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabu diunggah ke media sosial--istimewa

FAJAR.CO.ID, PADANGPARIAMAN – Dua oknum anggota DPRD Kabupaten Padangpariaman yang videonya beredar viral di media sosial (medsos) facebook sudah lama menjadi target operasi Badan Narkotika Nasional (BNN).

Kepala BNN Provinsi Sumbar, M Ali Azhar mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan tentang video tersebut dan sudah diteliti. Hasilnya, video tersebut dibuat sekitar 1,5 tahun yang lalu.

Menurut Ali, orang yang berada dalam video sudah menjadi target operasi kepolisian dan BNN. “Kalau nantinya didapati masih mengonsumsi narkotika pasti akan ditangkap,” ujarnya dilansir Padang Ekspres (Fajar Group), Jumat (7/10).

Ali Azhar memaparkan, berdasarkan informasi saat ini yang bersangkutan sudah tidak memakai lagi di Padang, tetapi sedang berada di Jakarta.

“Dia sekarang sudah tahu diintai aparat penegak hukum. Kita memang inginnya bisa ditangkap dalam operasi tangkap tangan. Kalau dilakukan tes urine sekarang percuma, karena dia sudah dapat mengantisipasi,” papar Ali Azhar.

Dia menegaskan, para pejabat yang mengonsumsi narkoba sekarang sedang tiarap. “Tinggal menunggu hari nahas saja,” sebutnya.

Sementara itu, pihak Polda Sumbar pun merespos atas beredarnya video anggota dewan yang nyabu tersebut dengan membentuk tim khusus. Tim ini ditugaskan untuk melakukan penyelidikan.

“Kita akan melakukan penyelidikan terkait video yang beredar tersebut,” ujar Kabid Humas Polda Sumbar, AKBP Syamsi.

Ia mengatakan bahwa timnya akan melakukan penyelidikan terhadap video yang menggemparkan masyarakat Sumatera Barat itu. “Kita akan menyelidiki kapan video itu diambil dan diunggah biar jelas duduk perkaranya bagaimana,” tuturnya.

Jika video tersebut terbukti, tim yang telah dibentuk tersebut akan mengusut tuntas hal tersebut sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

“Kalau memang terbukti diambil dalam waktu dekat, kita akan memproses hasil penyidikan tersebut sesuai undang-undang,” tutupnya.  (Fajar/JPG)

loading...
Click to comment
To Top