Nafsunya Sudah Diubun-ubun, Dua Pemuda Pilih Garap Siswi SLB – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Nafsunya Sudah Diubun-ubun, Dua Pemuda Pilih Garap Siswi SLB

perkosa

FAJAR.CO.ID, MARABAHAN –  Hanya berselang dua minggu, kasus perkosaan dan pencabulan kembali terjadi di   Batola. Yang lebih memiriskan lagi,  korban perkosaan dan pencabulan kali ini adalah dua orang remaja putri yang memiliki keterbelakangan mental.Kedua korban ini diketahui masih berstatus sebagai pelajar di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Marabahan.

Pelaku perkosaan adalah dua orang yang berprofesi buruh. Mereka adalah Nor Sifa (26) warga Desa Murung Raya Kecamatan Bakumpai  dan Arsyad (18) warga Desa Murung Raya Kecamatan Bakumpai, Batola.

Sedangkan korbannya di ketahui bernama Melati (nama samaran) berusia 14 tahun dan Bunga (nama samaran) berusia 21 tahun. Berdasarkan laporan polisi, kejadian perkosaan dan pencabulan ini terjadi pada 29 September 2016 pukul 15.00 Wita di sebuah rumah berlantai dua di Desa Murung Raya, Kecamatan Bakumpai.

Ceritanya sepekan sebelum perbuatan asusila ini terjadi, kedua pelaku dan Melati berkenalan di taman siring Marabahan. Perkenalan ini berlanjut hingga akhirnya Arsyad dan Melati menjalin hubungan asmara. Pertemuan pelaku dan korban makin  intens.

Melati yang kangen dengan Arsyad,  mengirim pesan singkat ingin ke rumah pelaku yang berada di Desa Murung Raya. Korban dan pelaku janjian ketemu di jalan. Korban kemudian diajak pelaku ke rumah.

Setibanya di rumah pelaku mengajak korban melakukan hubungan seks. Pelaku sempat berontak, tapi karena diancam akhirnya korban terpaksa menyerahkan keperawanannya kepada pelaku. Perkosaan tersebut terjadi di lantai dua. Di lantai satu, teman Melati bernama Bunga yang turut menemani Melati, juga menjadi korban pencabulan oleh Nor Sifa, teman Arsyad.

Usai kejadian, korban awalnya tidak mau bercerita kepada orangtuanya. Namun ketika sekolah, korban malah bercerita kepada guru bahwa dirinya telah diperkosa. Atas pengakuan korban, guru korban langsung melapor ke orangtua korban dan ditindaklanjuti dengan melapor ke polisi. Setelah dilaporkan, polisi langsung bergerak melakukan penangkapan terhadap kedua pelaku di rumahnya masing-masing.

Kabag Humas Polres Batola, Iptu Gunadi Budiono membenarkan telah terjadi tindak pidana perkosaan dan pencabulan di kawasan Desa Murung Raya. “Saat ini kedua pelaku sudah ditahan di Polres Batola,” ujarnya.

Sebelumnya, kasus perkosaan juga menimpa seorang ibu rumah tangga di Batola. Wanita yang memiliki dua orang anak ini diperkosa  tujuh orang pria di bawah ancaman. Karena tidak berdaya, wanita berusia 35 tahun tersebut hanya bisa pasrah disetubuhi secara bergilir oleh tujuh orang pelaku di kamar rumah korban di Desa Antar Baru,  Marabahan.

Para pelaku yang diciduk adalah Arsan (20), warga Desa Antar Baru Rt 1, Albak Dadi (25), warga Desa Antar Baru  Rt 1,  Jainuri (40), warga Desa Antar Baru Rt 1, M Jaini (35), Warga Desa Antar Baru, Samsuni (39), warga Desa Antar Baru, dan Salikul Hadi (35), warga Banjarmasin.

Sementara itu, satu orang pelaku lagi atas nama Eko (46) yang diduga seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di lingkungan lembaga pemasyarakat tidak ditangkap oleh polisi karena alasan masih dalam pemeriksaan dan penyelidikan. (hni/by/ran)

loading...
Click to comment
To Top