TKA di Batam Mulai Bikin Resah, Padahal UU Jelas – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

TKA di Batam Mulai Bikin Resah, Padahal UU Jelas

FAJAR.CO.ID, BATAM – Panglima Garda Metal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (F-SPMI) Kota Batam, Suprapto, mengatakan bahwa serbuan tenaga kerja asing (TKA) di kota Batam, Kepulauan Riau kian meresahkan. 

Sebab para TKA ini mulai ditempatkan di posisi pekerja kasar (unskilled job). Sehingga peluang kerja bagi warga lokal Batam semakin kecil, sementara tingkat pengangguran terus bertambah.

Menurut dia, pihaknya sudah berkali-kali melaporkan hal tersebut kepada Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Tenaga Kerja (Dinasker) Pemko Batam. Namun kata Suprapto, sejauh ini tidak ada respon yang baik.

“Saya tidak kaget dengan kondisi ini. Dari dulu kami laporkan. Termasuk yang di PLTU Tanjungkasam,” kata Suprapto, seperti diberitakan batampos (Jawa Pos Group) hari ini (7/10).

Suprapto menjelaskan, PLTU Tanjungkasam tersebut mempekerjakan tenaga dari Tiongkok. Posisi mereka mulai dari tenaga ahli hingga buruh kasar. Namun pemerintah terkesan tutup mata dengan kenyataan ini.

“Kami tidak tahu, sebenarnya pemerintah mau menegakkan aturan atau enggak. Padahal undang-undangnya sudah jelas,” kata Suprapto.

Dia menyebutkan, dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan jelas diatur bahwa TKA harus memiliki kompetensi dan keahlian (skill) di bidang tertentu. 

Perusahaan di dalam negeri, baik milik asing maupun investasi domestik, dilarang mempekerjakan TKA untuk posisi unskilled job. Aturan ini diperkuat dan dipertegas oleh Permenakertrans nomor 2 tahun 2008.

Namun faktanya, kata Suprapto, banyak perusahaan di Batam yang merekrut TKA untuk posisi pekerjaan kasar. Bahkan menurut informasi yang ia peroleh, ada sebuah perusahaan manufakturing di kawasan Batamcenter yang membawa pekerja langsung dari Tiongkok. “Investornya memang dari Tiongkok,” kata dia.

Suprapto enggan menyebut nama perusahaan tersebut. Namun dia memastikan, pekerja asal Tiongkok itu bekerja di sejumlah posisi di perusahan itu. Mulai dari setingkat manajer hingga level operator.

Industri galangan kapal juga tak luput dari serbuan TKA yang tak memiliki kompetensi ini. Menurut Suprapto, ada beberapa TKA yang bekerja sebagai helper di perusahaan galangan kapal di wilayah Tanjunguncang. “Rata-rata dari Tiongkok,” katanya. (Fajar/jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top