Duh, Ahok Curi Start, Gelar Kampanye Terselubung di Pulau Seribu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Pilkada

Duh, Ahok Curi Start, Gelar Kampanye Terselubung di Pulau Seribu

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraeni menilai Gubernur DKI Jakarta Basuki Thajaya Purnama alias Ahok melakukan kampanye terselubung di Pulau Seribu. Padahal, waktu kampanye baru dimulai 28 Oktober mendatang.

“Dengan kejadian video kontroversi Pak Ahok saat berkunjung ke Pulau Seribu, semakin menunjukkan kalau petahana wajib cuti saat masa kampanye. Kenapa? Ya lihat saja sikap Pak Ahok yang mengenakan seragam aparatur lengkap tapi pembicaraannya melenceng ke Pilkada,” tutur Titi yang mengaku pihaknya terus mengawasi perkembangan Pilkada Jakarta, Sabtu (8/10).

Ahok, lanjutnya, ke Pulau Seribu dengan menggunakan dana negara. Mestinya saat melakukan tugas negara, jangan mengarahkan masyarakat serta PNS ke nuansa Pilkada. 

“Saya tidak mau bahas soal surat Almaidah ayat 51, tapi omongan petahana yang menyatakan, ‘kalau nggak mau pilih saya, tusuk gambar saya jangan satu kali, tapi berulang-ulang kali. Kalau cuma satu kali tusuk, saya bisa terpilih lagi’ Nah, ini petahana sudah melakukan kampanye terselubung, sebab kalau ditusuk berkali-kali di orang yang sama surat suaranya tetap sah,” ulasnya.

Kampanye terselubung lainnya adalah saat Ahok menyatakan, masyarakat Pulau Seribu tidak usah khawatir bila dia tidak terpilih lagi, programnya tetap dilanjut sampai tahun depan.

“Pak Ahok bilang, kalau masa tugasnya sampai ‎Oktober 2017. Kalimat itu ditujukan di depan PNS Pulau Seribu yang seolah-olah mengisyaratkan, petahana masih punya pengaruh besar. Otomatis PNS-nya agak “keder” juga dong, karena petahananya diganti Oktober 2017,” tambahnya.

Atas kejadian ini, menurut Titi, aturan dalam UU Pilkada yang mengharuskan petahana cuti enam bulan sebelum masa Pilkada sudah tepat. Sebab, kesempatan itu bisa digunakan petahana untuk menjaring massa dengan bertameng tugas negara‎. (Fajar/jpnn)

To Top