Punya Harta Segini, Calon Bupati Ini Malah Dibully Netizen – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Pilkada

Punya Harta Segini, Calon Bupati Ini Malah Dibully Netizen

18232_36217_15151_33049_uang 2

FAJAR.CO.ID, BATANG – Aksi saling bully tim sukses empat bakal pasangan calon bupati-wakil bupati membuat tensi politik jelang Pilkada Batang memanas. Balon bupati yang diusung koalisi PKB-Nasdem, AS Burhan, memilih santai menanggapi berbagai serangan lewat media social.

Pemilik nama lengkap Ahmad Subhan Burhan itu disebut sebagai balon bupati termiskin atau miskin modal, hanya mendompleng nama, dan lainnya. Burhan menanggapinya dengan santai. Dia bahkan meyakini dirinya adalah yang termiskin di antara balon bupati atau wakil bupati lainnya.  

Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang telah dilaporkannya ke KPK hanya berkisar di angka Rp 300 juta.

“Kalau dicap sebagai bupati termiskin, saya tak masalah. Karena faktanya memang seperti itu, total harta kekayaan saya hanya senilai itu,” ujarnya, seperti diberitakan Radar Pekalongan (Fajar Group).

Dengan kondisi itu, Burhan justru mengaku bersyukur. Ketika PKB-Nasdem sepakat mengusungnya bersama Acara Ariani SPsi, aroma politik transaksional pun sama sekali tak diendusnya.

“Alhamdulillah, seperakpun saya tidak keluar untuk mendapatkan rekomendasi. Tidak ada mahar politik sedikitpun,” ucap suami Uswatun Khasanah MPdi itu.

Jalan takdir keluarnya rekomendasi PKB untuk Burhan justru berawal di tanah suci, saat keduanya menunaikan ibadah haji. Tak sengaja bertemu Muhaimin Iskandar, Burhan pun mengajak Ketua Umum DPP PKB itu untuk menjajal aroma dan citarasa kopi tombo Kecamatan Bandar. 

“Jadi, pertemuan saya dengan Cak Imin ya hanya itu. Selebihnya itu kan urusan mekanisme partai, saya tak tahu menahu,” ucapnya.

Burhan karenanya tak ambil pusing jika dianggap miskin modal (finansial). Paling tidak, dia memiliki jaringan yang akan dioptimalkannya untuk bertarung di pilkada 2017.

“Pertarungan pilkada sebetulnya bertumpu pada tiga modal utama, yakni kekuatan, gagasan, dan jaringan. Pengalaman pemilu selama ini, kekuatan jaringan justru tak bisa dianggap remeh. Insya Allah, saya bersama Ariani memiliki kekuatan jejaring yang siap diberdayakan untuk pemenangan pilkada,” jelas alumnus IAIN Suka Jogja itu. (Fajar/jpnn) 

loading...
Click to comment
To Top