Agus Yudhoyono Minta Polisi Seriusi Aduan Masyarakat Soal Ahok – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Agus Yudhoyono Minta Polisi Seriusi Aduan Masyarakat Soal Ahok

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Petahana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mendadak membuat geram seluruh umat Islam di Indonesia. Ahok diduga telah melakukan penistaan agama karena mengutip Surat Al Maidah ayat 51.

Beberapa kelompok elemen masyarakat dan organisasi masyarakat (ormas) Islam juga telah melaporkan mantan Bupati Belitung Timur tersebut ke aparat kepolisian.

Menangapi hal ini, Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan, aduan yang diajukan oleh sejumlah kalangan kepada Ahok perlu direspon secara serius.

“Saya tahu bahwa kita semua terluka dan berharap kedaulatan hukum tegak di negeri ini,” ujar Agus dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com (Fajar Group), Senin (10/10).

Menurut pria kelahiran Bandung, Jawa Barat tersebut, jika para penegak hukum tetap adil dan tidak tebang pilih, dan terbebas intervensi dari kekuasaan, maka keputusannya akan diterima oleh publik.

Karenanya, persoalan yang bukan hanya menyangkut isu hukum tetapi juga menjadi isu sosial, harus segera ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian.”Tidak boleh diabaikan begitu saja,” tegasnya.

Menurut dia, apabila aduan tersebut diabaikan maka masyarakat akan marah dan kemungkinan tidak percaya lagi kepada aparat penegak hukum.”Ini bisa saja menjadi bola liar yang tidak kita kehendaki,” ungkapnya.

Selain itu, Agus juga mengajak kepada para umat Islam untuk kuat dalam menghadapi ujian ini. Jangan terpancing untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak semestinya. “Saya tahu bahwa kita semua terluka dan berharap keadulan tegak di negeri ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Selatan sudah melaporkan Ahok atas tuduhan penistaan agama ke Polda Sumatera Selatan pada Kamis (6/10).

Sementara Sekretaris Jenderal DPP Fron Pembela Islam (FPI), Habib Novel Chaidir Hasan, juga sudah melaporkan Ahok atas tuduhan menghina agama ke Bareskrim Polri.

Ahok dilaporkan berdasarkan Pasal 156 a KUHP juncto pasal 28 ayat (2) UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Kontroversi surat Al Maidah ini juga mencuat setelah kelompok yang menamakan diri Advokat Cinta Tanah Air melaporkan Ahok ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada 27 September lalu. (Fajar/JPG)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top