Dasar Banci! Paksa Cabuli Bocah SMP di Salon – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Dasar Banci! Paksa Cabuli Bocah SMP di Salon

FAJAR.CO.ID, LOMBOK – Muhammad Said (40) harus berurusan dengan aparat kepolisian. Warga Dusun Bun Rejeng Desa Perina Kecamatan Jonggat Lombok Tengah itu diduga mencabuli bocah laki-laki, M (13), yang merupakan pelajar SMP.

Peristiwa tak senonoh itu terjadi pada 24 September 2016 lalu. Saat itu, korban diajak teman sekelasnya inisial N (13), ke rumah neneknya di Dusun Repok Dokar Desa Perina. Sekitar pukul 14.00 Wita, korban dan N berhenti di salon milik Said.

N dikabarkan memaksa korban masuk ke salon tersebut. Setelah berada di dalam, N pun memberitahu Said bahwa dia membawa temannya. Said lantas tersenyum dan meminta N menutup pintu rolling door salonnya. N langsung menuruti perintah pria kemayu itu. Korban kemudian didudukkan di atas kuri salon.

Awalnya, Said mencoba memegang paha korban tapi korban langsung menepis tangannya. Tapi Said terus membujuk korban dan mengajaknya masuk ke kamarnya.

Korban terus dipaksa. Korban sempat hendak lari keluar tetapi pintu salon terkunci. Said pun dengan leluasa memaksa korban menuruti nafsu setannya. Ia mengulum dan memegang kemaluan korban.

Atas kejadian tersebut, korban merasa keberatan dan melaporkannya ke Polsek Jonggat. Polisi yang menerima laporan melakukan penyelidikan. Setelah memeriksa saksi-saksi, pelaku pun ditahan.

“Kita sudah terima laporan aksi pencabulan yang terjadi di wilayah kerja Polsek Jonggat, dan saat ini pelaku sudah ditahan dan masih dalam proses pemeriksaan,” kata Kasubag Humas Polres Lombok Tengah, AKP Mades Suparta dikutip dari Radar Lombok (Fajar Group), Senin (10/10).

Said dijebloskan ke tahanan sejak Jumat lalu (6/10). Suparta mengaku kasus ini menjadi atensi pihak kepolisian karena korban merupakan anak di bawah umur.

Saat ini, korban masih trauma dengan kejadian tesebut. Informasi sementara yang dihimpun kepolisian, Said tak hanya kali ini beraksi. “Kecurigaan itu kini sedang kita dalami dengan menggali keterangan dari pelaku,” pungkas Suparta. (Fajar/JPG)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top