Maaf Disini Belum Butuh PNS, Jadi Jangan Tertipu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Maaf Disini Belum Butuh PNS, Jadi Jangan Tertipu

ilustrasi

FAJAR.CO.ID, SAMPIT – Menjadi seorang pegawai negeri sipil (PNS) saat ini masih merupakan keinginan mayoritas para pencari kerja, tak terkecuali di Kalteng. Sehingga tak heran jika setiap tahun, saat ada penerimaan Calon PNS, pesertanya pun selalu membludak ratusan kali lipat dari formasi yang disediakan.

Namun kabar kurang enak bagi pelamar umum yang ingin menjadi CPNS khususnya di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Pasalnya, Pemkab Kotim tahun ini tidak melakukan penerimaan pegawai.

Seiring penegasan tersebut, masyarakat diimbau tidak tergiur dengan janji-janji manis dari oknum tertentu adanya penerimaan CPNS, karena jika ada dipastikan itu merupakan penipuan.

“Sudah sejak tahun 2015 lalu, Pemkab Kotim  tidak menerima CPNS. Karena itu, jika ada pihak-pihak yang menjanjikan adanya penerimaan CPNS jangan dipercaya. Karena tahun 2016, dipastikan tidak ada formasi CPNS bagi pelamar di Kotim,” ungkap Plt Kepala Badan Kepagawain Daerah (BKD) Kotim, Alang Arianto, Jumat (7/10).

Alang menyebutkan, kepastian tidak adanya penerimaan CPNS bagi pelamar khususnya di Kotim, lantaran usulan penerimaan CPNS kepada Menpan-RB tidak mendapat jawaban.

Dirinya memastikan, bahwa tidak adanya tanggapan dari kementrian bisa dipastikan, untuk tahun ini lowongan penerimaan CPNS di tidak ada.

Dia mengatakan, pemerintah daerah tidak ada kewenangan dalam mengangkat CPNS, namun pihaknya hanya dibolehkan untuk mengusulkan kepada kementrian.

“Kalau untuk 2016 sudah dipastikan tidak ada penerimaan CPNS. Kemungkinan, penerimaan CPNS bisa di tahun 2017. Tapi itupun masih menunggu informasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Kita minta para pelamar bisa bersabar,” terang Alang.

Alang mengaku, sejauh ini ASN di Kotim terus berkurang. Untuk tahun ini saja (2016, Red), ratusan ASN akan berkurang, lantaran banyak yang pensiun. ASN pensiun tersebut adalah mereka yang sudah menginjak usia 58 sampai 60 tahun. Adapun, ASN yang pensiun ini tersebar di seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

“Dari jumlah yang akan pensiun, sebagian besar berprofesi sebagai guru. Semakin kurangnya pegawai di daerah itu, pihaknya  berusaha mendayagunakan ASN yang ada, untuk menjaga kinerja pemerintahan,” kata Alang. (sli/uyi/nto)

To Top