Ogah Lepas Sabuk, Oknum Jenderal TNI Pukul Petugas Keamanan Bandara, Begini Ceritanya… – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Ogah Lepas Sabuk, Oknum Jenderal TNI Pukul Petugas Keamanan Bandara, Begini Ceritanya…

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kabar tak mengenakkan terkait kasus pemukulan terhadap petugas keamanan bandara oleh oknum militer Indonesia. Insiden yang dikabarkan terjadi pada Jumat (7/10) di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.  Kejadian tersebut menghadirkan kritik dari publik yang menduga terjadi arogansi otoritas. Informasinya, kejadian itu berawal dari seorang jenderal bintang dua TNI AD yang ogah melepas sabuk dan jam tangan saat hendak masuk ke ruang tunggu.

Senior General Manager Bandara Soekarno-Hatta M Suriawan Wakan mengatakan, pihaknya memang sudah mendapatkan informasi tentang insiden tersebut. Memang dia mengatakan bahwa sampai saat ini pihaknya sudah mendapatkan informasi awal. Namun, dia enggan untuk menyimpulkan terkait insiden tersebut karena belum ada penyelidikan.

’’Jadi, kami akan melakukan penyelidikan lebih dalam terhadap insiden ini. Kami akan mewawancara para saksi untuk menanyakan apa memang kejadian seperti yang terjadi pada kabar yang beredar,’’ ungkapnya saat dihubungi Jawa Pos (Fajar Group), Sabtu (8/10).

Dia menegaskan, prosedur untuk pemeriksaan alat metal memang sangat diperlukan. Karena itu, jika memang kabar tersebut benar, dia pun menyesalkan perbuatan oknum tersebut.

Hal tersebut juga dinyatakan oleh pengamat penerbangan Alvin Lie. Dia mengatakan, kasus ini menjadi bentuk arogansi anggota TNI. 

Pasalnya, pemeriksaan oleh petugas keamanan bandara atau biasa disebut Avsec berlaku kepada semua pengguna jasa penerbangan. ’’Ini menyangkut keselamatan dan keamanan bersama. Kalau benar terjadi, perilaku ini bisa mencorng wajah TNI,’’ ungkapnya.

Dia menegaskan, anggota TNI tidak patut mengumbar kekuasaan dan kekerasan. Terutama, kepada rakyat sendiri. Hal tersebut nantinya justru dianggap sebagai penyalahgunaan kekuasaan. Menurutnya, hal tersebut merupakan dampak dari praktek diskriminasi pelayanan yang terjadi bertahun-tahun.

’’Sampai sekarang publik masih bisa melihat pejabat yang tak melalui prosedur di bandara kecil sebagai perlakukan istimewa. Tapi, ini adalah salah satu bentu diskriminasi karena pemeriksaan harusnya berlaku untuk semua,’’ jelasnya. 

Dalam kabar yang diterima Jawa Pos, petugas avsec Agus Salim dinyatakan telah menerima pukulan oleh oleh protokol Pangdam XVII/Cendrawasih di SCP-2 Cabin Domestik Terminal-3 Bandara Soetta. Pemukulan tersebut diawali dari adanya pemeriksaan oleh petugas avsec Eni Roheni terhadap seorang pejabat TNI AD bintang dua. 

Pejabat tersebut diminta untuk melepaskan ikat pinggang (gesper) dan jam tangan namun menolak. Saat petugas Avsec lain Agus Salim ingin membantu, tiba-tiba  seseorang yang diketahui sebagai protokol datang melakukan pemukulan dan menantang berkelahi diluar ke petugas tersebut. Setelah dilerai oleh personel POMAU BKO Pam Bandara, kemudian protokol tersebut pergi. 

Agus Salim mengalami pemukulan pada bagian perut sebanyak 2 kali dan wajah 1 kali akibat insiden tersebut. Hingga kini pihak protokol belum berkoordinasi dengan pihak Avsec utk proses penyelesaian. (Fajar/JPG/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top