Sewa Lahan Naik 450 %, Nelayan Ancam Mogok Masal Sebulan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ekonomi & Bisnis

Sewa Lahan Naik 450 %, Nelayan Ancam Mogok Masal Sebulan

industri-perikanan-muara-baru

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Puluhan ribu nelayan, buruh dan anak buah kapal (ABK) Pelabuhan Muara Baru mengancam bakal mogok massal.

Rencana aksi mogok kapal di Pelabuhan Muara Baru akan berlangsung selama satu bulan penuh.

“Ini rencana aksi untuk kapal selama satu bulan dan untuk pabrik selama tujuh hari,” kata Ketua Paguyuban Pengusaha Perikanan Muara Baru Tachmid Widiasto Pusoro, di Jakarta, Senin (10/10).

Tachdim berharap dengan aksi mogok Pak Presiden Jokowi turun tangan dan bisa mengambil langkah cepat.

“Sebetulnya bila dunia usaha seperti ini berarti ada masalah yang harus diselesaikan,” katanya.

Menurut Tachmid, nelayan, buruh, ABK, pekerja pelabuhan dan pengusaha perikanan sebenarnya tidak ingin melakukan aksi mogok kerja.

Namun, mogok kerja tetap dilakukan sebagai langkah keprihatinan terhadap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan BUMN Perum Perikanan Indonesia (Perindo).

“Keduanya telah telah membuat kebijakan-kebijakan yang memberatkan dunia usaha perikanan. Kami ingin aksi ini tidak berkepanjangan,” terang Tachmid.

Dia menambahkan, Perum Perindo telah mengeluarkan dan menerbitkan SK Direksi untuk menaikkan sewa lahan sebesar lebih dari 450 persen.

Selain itu, masa sewa lahan dibatasi hanya lima tahun. Sedangkan pelaku industri perikanan butuh kepastian usaha. Sebab kalau hanya lima tahun akan menimbulkan ketidakpastian usaha.

“Investasi di industri perikanan puluhan bahkan ratusan miliar. Bila ini dilakukan perusahaan perikanan bisa gulung tikar dan 85 ribu nelayan dan pekerja akan di PHK,” tegasnya.

Tachmid menambahkan, dengan dinaikkan sewa lahan sebesar 450 persen dipastikan pengusaha perikanan tidak sanggup membayar sewa, dan itu diperparah dengan pembatasan sewa lahan selama lima tahun.

“Dengan sewa fantastis tersebut tidak akan ada daya saing produk perikanan dibandingkan negara tetangga,” ujarnya.

“Di Vietnam mereka bisa sewa jangka waktu yang panjang 40-50 tahun sehingga bisa ada kepastian usaha,” pungkas Tachdim.

loading...
Click to comment
To Top