Mall Terbesar di Manila Diancam Bom, Polisi Berhasil Tangkap Pakar Boomber Filipina – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Internasional

Mall Terbesar di Manila Diancam Bom, Polisi Berhasil Tangkap Pakar Boomber Filipina

FAJAR.CO.ID MANILA – Rencana serangan bom di ibu kota Filipina, Manila berhasil digagalkan Kepolisian Nasional Filipina (PNP).

Pelaku yang merencanakan serangan tersebut berhasil ditangkap. Dia adalah Mohamas Amin alias Aklam Amin atau Akman Amin yang merupakan seorang pakar pembuat bom.

Amin berhasil ditangkap Sabtu (8/10). Dia sudah lama menjadi buron.

Bahkan sempat ada pernyataan bahwa siapapun yang berhasil menangkap Amin akan diberi imbalan 600 ribu peso atau setara dengan (Rp 169 juta).

”Penangkapan dilakukan setelah pengadilan mengeluarkan surat perintah pencarian dan penahanan,” ujar Inspektur Polisi Roel Obusan dalam konferensi pers Senin (10/10).

Surat perintah tersebut dikeluarkan oleh Pengadilan Wilayah Jolo, Sulu. Amin adalha buronan kasus pembunuhan.

Polisi yang juga menjabat sebagai Direktur bagian Kriminal, Penyelidikan dan Kelompok Deteksi (CIDG) di PNP tersebut mengungkapkan bahwa Amin ditangkap pukul 04.00 waktu setempat di Quezon City.

Selain Amin, polisi juga menahan Bilal Taalam. Dia adalah pemilik rumah yang ditinggali oleh Amin.

Adnan Malangkis yang juga tinggal di rumah tersebut ikut ditangkap. Sedangkan 8 penyewa lainnya dibawa ke kantor polisi untuk proses investigasi.

Amin, Taalam, dan Malangkis diyakini memiliki koneksi dengan kelompok Abu Sayyaf (ASG) di Sulu.

Dalam penggerebekan tersebut polisi mengamankan beberapa amunisi, pecahan granat, beberapa macam kartu identitas, cetak biru kondominium mall di Quezon City dan sebuah telepon genggam.

Polisi menolak menyebutkan nama Mall yang ada dalam cetak biru tersebut untuk menghindari kepanikan.

”Hasil dari interogasi pada para tersangka kian menguatkan keyakinan kami jika Amin berencana melakukan serangan bom di Manila,” tegas Obusan.

Dia menambahkan jika Amin memiliki hubungan dengan tiga tersangka penyuplai senjata ke Abu Sayyaf dan panglima perang politik di area Zamboanga, Basilian, Sulu, Tawi-Tawi.

Amin dan Malangkis diduga melanggar aturan tentang kepemilikan dan penggunaan senjata api.

Amin juga akan disinyalir melanggar aturan di Pasal 78 Revisi KUHP tentang identitasnya yang sesunguhnya.

Di lain pihak, Talaam dituduh melindungi buronan. Ketiganya akan diadili di Pengadilan Wilayah Quezon City.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top