Panwas Rekomendasikan KPU Buton Lakukan Pendaftaran Ulang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Pilkada

Panwas Rekomendasikan KPU Buton Lakukan Pendaftaran Ulang

imam-ridho-angga-yuwono-copy

FAJAR.CO.ID, PASARWAJO – Polemik pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Buton masih terus bergulir. Terbaru, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Buton, merekomendasikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buton untuk kembali membuka pendaftaran ulang terhadap bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Buton.

Terbaru lahir rekomendasi Panwaslu Kabupaten Buton nomor 03/TM/Pilkada-Buton/X/2016 dalam jangka waktu 7 hari setelah dikeluarkan pada 10 Oktober 2016 yang meminta KPU Buton untuk kembali membuka pendaftaran ulang bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Buton periode 2017-2022 karena ditemukan pelanggaran yang dianggap merugikan bakal pasangan calon H Hamin-Farid Bachmid.

Imam Ridho Angga Yuwono salah satu tim kuasa hukum pasangan H Hamin-Farid Bachmid menjelaskan kronologis lahirnya rekomendasi Panwaslu tersebut adalah bermula ketika tanggal 29 September 2016 sekitar pukul 20.00 WITA pasangan H Hamin-Farid Bachmid mendaftarkan diri di KPU Buton.

“Pendaftaran itu dilakukan pada hari terakhir perpanjangan pendaftaran karena saat pendaftaran pertama pasangan ini tidak ikut. Saat mendaftar, pasangan ini membawa rekomendasi empat partai politik, PDIP, Gerindra, PPP dan PKPI. Tapi untuk PKPI ditolak dengan alasan yang bertandatangan hanya Sekjennya saja, itu informasinya,” jelas Angga saat dikonfirmasi Fajar.co.id via telepon selulernya, Selasa (11/10).

Lebih lanjut, puncak perselisihan antara pasangan H Hamin-Farid Bachmid dengan KPU Buton ketika pembukaan dokumen terkait rekomendasi PKPI yang berdasarkan aturan harusnya ditandatangani oleh Ketua dan Sekjen Partai tersebut. “Mulai dari situ sudah terjadi perdebatan, kemudian berakhir dengan kericuhan,” tambahnya.

Nah, pada Minggu (2/10), KPU Buton selanjutnya menghubungi La Nudi yang merupakan salah satu tim dari pasangan H Hamin-Farid Bachimd yang merupakan penghubung antara pasangan calon dengan partai pengusung untuk bertemu di kantor KPU Buton. Dalam pertemuan itu, Ketua KPU Buton La Rusuli menyampaikan kalau sudah melakukan rapat pleno penutupan pendaftaran bakal pasangan calon dan hasilnya pasangan H Hamin-Farid Bachmid ditolak oleh KPU.

“Tapi La Nudi ini kemudian mempertanyakan dokumen pendaftaran H Hamin-Farid Bachmid yang dikembalikan lengkap atau tidak? Tapi jawaban ketua KPU tidak bisa memastikan. Mendengar jawaban itu, La Nudi menolak, karena pada dasarnya ini tanggungjawab KPU. Harusnya dokumen itu diserahkan dengan dihadiri panwas, pasangan calon dan partai pengusung,” paparnya.

Anehnya, pada saat KPU menggelar Pleno ada berita acara yang dikeluarkan, yakni berita acara pengembalian berkas bakal calon bupati dan wakil bupati Buton serta berita acara penutupan perpanjangan pendaftaran bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Buton. Tapi, pihaknya sama sekali tidak pernah menerima dua berita acara tersebut.

“Kami dapatnya justru dari Panwas. Harusnya kan KPU yang berikan kepada kami, tapi kok justru Panwas yang berinisiatif,” ujarnya.

Khusus berita acara pengembalian berkas, lanjut Angga disinyalir bodong alias fiktif karena tidak sesuai dengan kenyataan dilapangan dan diduga dibuat sepihak oleh salah satu oknum komisioner KPU Buton. “Atas temuan itu, kami selanjutnya melaporkan ke Panwas karena berdasarkan aturan, berita acara yang diserahkan itu harus otentik dan ditandatangani oleh pejabat berwenang,” pungkasnya.

Berdasarkan laporan itu, Panwas selanjutnya merekomendasikan kepada KPU Buton untuk segera melakukan pendaftaran ulang sejak diterbitkannya rekomendasi tertanggal 10 Oktober 2016.

“KPU harus melaksanakan rekomendasi Panwas itu jika tidak mau terancam pidana dengan kurungan 12 tahun penjara,” tutupnya. (hrm/Fajar)

loading...
Click to comment
To Top