Polisi dan Jokowi Bikin Sinetron OTT, Buat Ngalihin Kasus Ahok Hina Alquran ya? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Polisi dan Jokowi Bikin Sinetron OTT, Buat Ngalihin Kasus Ahok Hina Alquran ya?

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Tidak seperti biasanya, hari ini kepolisian menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Operasi yang biasanya dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mendadak langsung menyebar luas di masyarakat.

Apalagi, Presiden Joko Widodo tidak biasanya terlibat langsung dalam OTT yang dilakukan jajaran Polri dengan mendatangi langsung kantor Kemenhub.

Kedatangan, petugas Patai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mengundang reaksi banyak pihak.

Spekulasi bahwa ini merupakan kasus besar mulai bermunculan.

Namun, di saat bersamaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan keputusan terkait ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

MUI  menyebut pria yang biasa disapa Ahok itu telah menghina Al Qur’an surah Almaidah 51 dan ulama  dalam sambutannya di Kepulauan Seribu oleh MUI.

Jika dilihat dari waktu dan kapasitas beritanya, apakah isu OTT di Kemenhub merupakan pengalihan isu Ahok diputuskan menghina Alquran dan umat muslim oleh MUI?

Berikut ini pendapat Pengamat Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio.

“Menurut saya kebetulan saja sih (ada OTT). Kalau OTT kan apa pun itu pasti tercium oleh media ya. Memang kebetulan saja terjadi,” ujarnya ketika dihubungi, Selasa (11/10).

Adapun kata Satrio, justru kedua berita ini dinilai membingungkan mana yang bersifat mengalihkan isu. Pasalnya lanjut dia, kedua-duanya memiliki potensi berita besar.

“Mana yang penting buat pemerintahan, masa iya berita OTT kalah besar dengan beritanya MUI, kan kita enggak tahu juga. Jadi kebetulan saja menurut saya,” pungkasnya.

Namun, di kalangan grup WhatsApp (WA) pekerja media, OTT yang tidak lazim itu langsung dianggap sebagai aksi pengalihan isu Ahok yang elektabilitasnya terganjal Almaidah 51.

“Polisi dan Jokowi bikin Sinetron OTT, Buat ngalihin kasus Ahok Hina Alquran ya?,” ujar salahsatu pewarta senior yang biasa meliput di KPK.

Pernyataan serupa juga diungkapkan salahsatu redaktur Polhukam yang pernah lama meliput di Mabes Polri dan Polda Metro.

“Sinetron teroris udah gak laku, jadi bikin OTT. Ampun Pemerintahhh,” tulisnya di grup WA yang juga di dalamnya ada sejumlah tokoh nasioanal itu. (Fajar/Jpg)

loading...
Click to comment
To Top