Akumandiri Siap Beri Pelatihan Kepada Warga Binaan BNN – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ekonomi & Bisnis

Akumandiri Siap Beri Pelatihan Kepada Warga Binaan BNN

img_20161011_103343

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Assosiasi Industri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Akumandiri) Indonesia menyatakan kesiapannya untuk membantu warga binaan Badan Nasional Narkotika (BNN).

Bantuan yang dimaksud adalah memberikan pendampingan, pelatihan serta membantu memasarkan hasil-hasil kerajinan tangan UMKM yang diproduksi sendiri. Bahkan, Akumandiri juga siap mendatangkan tenaga ahli secara cuma-cuma untuk dapat memberikan pelatihan kepada para pelaku UMKM.

Hal itu diungkapkan ketika Ketua Umum Akumandiri, Hermawati Setyorinny berkunjung ke dua tempat Sentra Kerajinan Tangan dan Oleh-Oleh yang menjadi lokasi binaan BNN. Dua tempat tersebut yakni, di Jalan Pertanian Tengah, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur dan Jalan Badar, Kelurahan Kedaung Kaliangke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Di kedua tempat itu, warga binaan BNN melakukan aktifitas kerajinan tangan beruba tas dari anyaman bambu, sepatu lukis, jam dinding, vas bunga dari limbah, dan kerajinan tangan lainnya.

Sampai saat ini warga binaan BNN ini masih kesulitan terkait dengan masalah permodalan dan juga masalah pemasaran. Disamping itu juga, warga binaan ini belum paham betul produk-produk apa yang benar-benar dibutuhkan dipasaran.

Sentra Kerajinan Tangan dan Oleh-Oleh Jalan Badar, Kelurahan Kedaung Kaliangke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat

Sentra Kerajinan Tangan dan Oleh-Oleh Jalan Badar, Kelurahan Kedaung Kaliangke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat

“Olehnya itu, Akumandiri hadir disini untuk memberikan pelatihan dan membantu memasarkan hasil-hasil kerajinan tangan. Jika nantinya sudah bergabung menjadi anggota Akumandiri, kita juga akan membantu mengenai proses untuk bisa mendapatkan modal usaha nantinya,” papar Hermawati.

Sementara itu, pihak BNN, Retno Sukesti dari Bidang Pemberdayaan Masyarakat mengungkapkan, warga binaan BNN ini sudah terbentuk sejak tahun 2009. Sejauh ini baru ada dua tempat yang dibina oleh BNN yang dianggap menjadi tempat rawan peredaran narkoba.

“Sejauh ini baru dua.  Tapi ketika kita masuk pertama tahun 2009 itu belum membawa nama BNN, tapi sebagai seniman. Nah, nanti pada tahun 2010 baru BNN secara resmi melakukan pembinaan kepada warga di dua tempat ini,” ungkapnya yang didampingi Nuzuli Kartika Rukmi yang juga dari BNN Bidang Pemberdayaan Masyarakat.

Dalam kesempatan itu pula turut hadir dari DPP Akumandiri, Ketua Bidang Layanan UMKM dan Keanggotaan Edi Swandi, Bidang Kerjasama Usaha Antar Lembaga dan Kemitraan Nur Halim. (hrm/Fajar)

loading...
Click to comment
To Top