Dukun Pengganda Emas Habisi Korbannya Pakai Potasium Sianida – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Dukun Pengganda Emas Habisi Korbannya Pakai Potasium Sianida

FAJAR.CO.ID, DEPOK – Aparat Kepolisian Sektor Limo bersama Polresta Depok menggelar prarekonstruksi dukun palsu Anton Herdiyanto, 35, yang mengaku bisa menggandakan emas Selasa (11/10). Pelaku membunuh dua pengikutnya, yakni Ahmad Sanusi, 20, dan Shendy Eko Budianto, 29, Sabtu dini hari (1/10).

Dalam reka ulang yang dimulai pukul 10.00-13.00, Anton memeragakan 33 adegan. Pelaku mengambil potasium sianida di rumah paman istrinya di Jalan M. Yusuf, Gang Haji Naim, Mekar Jaya, Sukmajaya, Kota Depok. Setelah itu, Anton membeli kopi dan teh di warung kopi yang tidak jauh dari lokasi. 

Dia pun mengajak kedua korban ke Lapangan Sukmajaya. Di tempat itu Anton menyuguhkan kopi yang dicampur potasium sianida. Tidak lama menyeruput kopi, kedua korban langsung meregang nyawa. Adegan selanjutnya, pelaku memasukkan kedua mayat ke mobil Avanza milik Sanusi dan dibawa ke lokasi pembuangan. 

Shendy lebih dulu dibuang pelaku di Jalan Pertanian Raya, RT 05/04, Grogol, Limo, Kota Depok. Sementara itu, Sanusi dibuang 15 menit setelahnya dengan digeletakkan di Jalan Makam Kopo RT 09/09, Limo, Kota Depok, tak jauh dari lokasi ditemukannya jasad Shendy. 

Kapolsek Limo Imran Gultom menjelaskan, selain untuk melengkapi berkas dan kesesuaian keterangan pelaku, prarekonstruksi tersebut dilakukan untuk melengkapi administrasi penuntutan ke kejaksaan. 

Motif pembunuhan dua pemuda itu adalah masalah ekonomi. Sebab, pelaku diketahui melarikan diri ke wilayah Lampung dengan membawa mobil milik Sanusi yang biasa digunakan untuk taksi online.

Imran menyatakan, adegan yang diperagakan pelaku sesuai dengan berita acara pemeriksaan (BAP). “Kami juga tidak menemukan barang bukti baru. Namun, semuanya masih didalami lagi,” tuturnya di lokasi pembuangan jasad Sanusi kemarin (11/10). 

Prarekonstruksi tersebut dijaga aparat buser. Sebab, bukan hanya warga yang antusias mengikuti rantetan adegan, pihak keluarga juga menyaksikan langsung proses itu.

Kasubaghumas Polresta Depok AKP Firdaus menerangkan, pihaknya menunggu hasil tes psikologis dan kejiwaan pelaku yang dilakukan pada Senin (10/10). 

Mantan Wakasatreskrim Polresta Depok tersebut mengungkapkan, hasil tes itu penting bagi penyidikan. Sebab, cara pelaku membunuh korban cukup sadis. “Karena itu, hasil tersebut penting diketahui penyidik. Intinya, memastikan apa yang telah dilakukan pelaku itu dengan cara sadar,” ujarnya. (Fajar/JPG)

Click to comment
To Top