Mahasiswi Kos di Blok M Tega Buang Janinnya di Balik Tembok Kampus – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Mahasiswi Kos di Blok M Tega Buang Janinnya di Balik Tembok Kampus

FAJAR.CO.ID KUPANG – Tega betul oknum mahasiswi bernama Ernustina Nona Avin (21) ini, hanya karena bingung dengan kandunganya, ia rela membuang janin hail hubungan gelapnya di di dekat tembok Sekolah Theologia Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang.

Mahasiswi, penghuni kos-kosan Blok M, milik Abraham Klau di wilayah RT 16/RW 06, Kelurahan Oesapa ini sudah berstatus tersangka.

Dia dijerat Pasal 80 ayat (3) dan (4) Nomor 35 tentang Undang-Undang Perlindungan Anak tahun 2014, sub Pasal 341 KUHP.

Karena itu, dia segera menjalani proses hukum di Polsek Kelapa Lima dan ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Tak hanya itu, untuk melengkapi berkasnya, maka Rabu (12/10) pagi ini sekira pukul 09.00 akan dilakukan outopsi terhadap janin yang dibuangnya, Senin (10/10) sekira pukul 19.00.

Kapolsek Kelapa Lima, AKP Abdul Basith Algadri di ruang kerjanya, mengatakan ibu muda pemilik orok tersebut yakni Ernustina Nona Avin.

“Besok (hari ini, red) baru orok itu dioutopsi. Oleh karena itu maka proses penyidikan masih harus menunggu hasil outopsi tersebut untuk memastikan apakah orok itu mati ketika masih dalam kandungan ibunya ataukah mati setelah keluar dari dalam kandungan karena kekerasan,” ujarnya.

Abdul Basith juga sudah periksa saksi-saksi yakni pemilik dan penghuni Kos Putri, tapi mereka semua tidak tahu kejadian itu.

“Mereka baru tahu setelah mencium aroma tak sedap yang ditimbulkan dari orok yang dibuang Ernustina,” kata Abdul Basith lagi.

Berdasarkan hasil interogasi terhadap pemilik orok, Ernustina melahirkan bayinya itu pada Minggu (9/10) pukul 04.00 dini hari.

Dituturkan Abdul Basith, Dia (Ernustina Nona Avin red) bilang, saat mau melahirkan dia merasa pinggangnya sakit dan merasa seperti mau buang air kecil.

Saat dia menuju kamar mandi, tiba-tiba bayinya keluar dari dalam kandungan. Saat itu, bayi sempat menangis sekali dan selanjutnya tak menangis lagi.

“Maka dia langsung ambil kantong kresek, mengisi orok bayi itu lalu dibuang di belakang kos yang berjarak kurang lebih 20 meter,” ungkap Abdul Basith. (Fajar/JPG/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top