Marzuki Alie: Kalau Ahok Tidak Dihukum, Maka…. – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Pilkada

Marzuki Alie: Kalau Ahok Tidak Dihukum, Maka….

Jakarta, 17/2, Kunjungan Redaksi: Ketua DPR Marzuki Alie saat berdiskusi dengan jajaran redaksi dalam kunjungannya ke kantor Harian Seputar Indonesia, Rabu (17/2). Dalam kunjungan tersebut Marzuki berdiskusi seputar kinerja DPR dan permasalahan-permasalahan kenegaraan pada diskusi yang berlangsung hangat tersebut. FOTO SI/ARIE YUDHISTIRA

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Mantan Ketua DPR, Marzuki Alie menilai tim kampanye Ahok-Jarot sudah terlihat panik dengan pernyataan Ahok yang menistakan Al Quran sebagai kitab suci umat Muslim.

Para pendukung Ahok ini pun menurut Marzuki kemudian mencoba membersihkan pernyataan Ahok yang jelas menistakan Islam itu dengan segala cara.

“Terrmasuk membuat isu seolah masalah pernyataan Ahok hanyalah masalah penafsir. Padahal ini bukan masalah tafsir, tapi omongan Ahok yang mengatakan dengan eksplisit dan jelas dibohongi ulama yang menggunakan Al Maidah 51,” ujar Marzuki di Jakarta, Rabu (12/10).

Pernyataan yang melecehkan seperti ini sudah pasti tidak bisa diterima bukan hanya oleh umat Islam, tapi umat beragama secara umum.

“Kalau Ahok bilang umat kristen dibohongi Injil dan pendeta, atau umat agama lainnya dikatakan seperti itu, pasti yah marah. Terlebih pernyataannya itu diucapkan Ahok masih sebagai gubernur dan dalam tugas dinas,” imbuhnya.

Marzuki juga heran dengan pernyataan timses Ahok yang mengembar-gemborkan seolah orang beragama yang mengingatkan ajaran agamanya kepada pengikutnya dikatakan sebagai SARA.

“Sejak kapan menjalankan perintah agama dikatakan SARA,” tegas Marzuki.

Dirinya justru melihat para pendukung Ahok yang mendengang dengungkan isu SARA inilah seperti halnya Ahok sendiri yang  menggunakan isu SARA untuk meraih kemenangan.

“Penistaan agama itu yang SARA. Orang Ahok sendiri yang menistakan Islam kok, malah ulama yang dituduh SARA. Penistaan itu lah yang SARA,” tegasnya.

Ahok sedari awal menurut Marzuki justru  yang paling kerap melontarkan isu SARA karena tidak ada calon lainnya yang berbicara agama seperti halnya Ahok.

“Kalau ulama menyampaikan firman Allah, termasuk soal Al Maidah 51 yah itu karena tugasnya. Pendeta bicara untuk mengingatkan umatnya pilih Ahok karena agamanya juga tidak jadi masalah. Lantas kenapa Ahok mempermasalhkan para ulama?Ahok lah justru yang mempolitisasi agama selama ini,” tegasnya.

Dia pun mengingatkan kepada tim pemenangan Ahok untuk tidak menuduh pihak lain seperti yang dilakukan Setara Institut, yang meminta para penyelenggara negara untuk mengabaikan sikap dan pandangan keagamaan MUI.

“Ini aneh lagi. justru kalau Ahok dibiarkan maka akan muncul penistaan-penistaan agama lainnya dan ini akan kacau semua,” tandasnya.

loading...
Click to comment
To Top