Jatuh dari Lantai 11, TKW Tewas di Hongkong – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Jatuh dari Lantai 11, TKW Tewas di Hongkong

mayat-kamar-jenazah_20150730_112214

FAJAR.CO.ID, PONOROGO – Kabar duka datang dari Hongkong. Dhinia Sabatini, 24, TKW Ponorogo, Jawa Timur meregang nyawa di kota itu. Dhinia tewas setelah terjatuh dari lantai 11 tempat dia bekerja, Minggu (9/10).

Dia bekerja sebagai asisten rumah tangga di Apartemen Avignon Tuen Mun, Hongkong.

Insiden tersebut masih menimbulkan tanda tanya besar, terutama mengenai penyebab Dhinia terjatuh. Polisi setempat belum bisa menyimpulkan penyebab peristiwa itu.

Tri Hantoro, 60, ayah Dhinia, mengaku baru mendengar informasi bahwa putri bungsunya meninggal pada Selasa (11/10). Informasi tersebut didapat dari PJTKI yang mengirim Dhinia ke Hongkong.

Mendengar kabar itu, istri Tri langsung jatuh pingsan. Malam harinya, Tri dan keluarga menggelar pengajian. Pihak PJTKI juga mengikuti pengajian serta memberikan kejelasan informasi tersebut.

“Namun, penyebabnya masih belum diketahui,” ujarnya.

Menurut Tri, dirinya dan keluarga tidak mendapat firasat apa pun sebelum Dhinia meninggal. Bahkan, komunikasi terakhir dengan Dhinia pada Jumat (23/9) tidak menunjukkan tanda-tanda buruk.

Saat itu Dhinia bercerita telah menerima gaji pertamanya sebagai TKW. Melalui telepon, dia juga mengaku merasa nyaman dan senang bekerja di sana. Bahkan, dia sempat berjanji kepada Tri hendak mengirimi uang. “Untuk membeli sarung bulan ini,” ungkapnya.

Tri menjelaskan, Dhinia berangkat menjadi TKW di Hongkong dua bulan lalu. Dhinia juga baru kali pertama menjadi TKW. Sebelumnya, dia membuka usaha. Mulai berjualan pulsa hingga toko kelontong.

Saat Dhinia mengutarakan niat hendak menjadi TKW, Tri mengizinkan. Dia tidak melarang karena tahu karakter anaknya, yaitu pekerja keras dan punya kemauan kuat untuk belajar di tempat yang baru. Kini Tri mengaku sudah ikhlas.

Dia berharap jenazah putrinya segera dipulangkan. “Kami sebagai orang tua ingin agar jenazahnya segera dipulangkan untuk dimakamkan. Kami juga sudah ikhlas,” katanya.

Kepala Dinsosnakertrans Ponorogo, Sumani menjelaskan, pihaknya belum menerima informasi resmi dari KJRI Hongkong maupun BNP2TKI terkait hal tersebut.

Pihaknya baru mendapat informasi itu dari rekan kerja dan PJTKI yang mengirim Dhinia, Selasa (11/10). Berdasar informasi tersebut, penyebab meninggalnya Dhinia juga masih belum bisa dipastikan. “Sebab, saat ini kepolisian setempat masih melakukan otopsi,” ucapnya.

Kendati demikian, Sumani tidak menampik adanya desas-desus bahwa hal itu disebabkan tindakan Dhinia sendiri. (Fajar/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top