Mojok Hirup Lem, Dua Bocah vs Dua Cabe Cabean Ingin Lanjut ke Pesta Sekks Tengah Hari – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Mojok Hirup Lem, Dua Bocah vs Dua Cabe Cabean Ingin Lanjut ke Pesta Sekks Tengah Hari

asusila1
ilustrasi

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA- Totalnya ada empat anak baru gede (ABG), dua pria dan dua lagi cabe cabean (ABG wanita). Prianya hanya mengenakan  celana dalam, wanitanya masih dengan pakaian lengkap. Dari gayannya keempat remaja ini lagi mabok.

Mereka akhirnya diamankan petugas gabungan saat berada di sekitar lapangan panahan Jalan Slamet Riyadi. Anggota Polsekta Sungai Kunjang dan perangkat Kelurahan Karang Asam Ilir mengamankan keempat ABG itu setelah dapat laporan warga, bahwa tak jauh dari jalan utama ada dua pasangan yang diduga berbuat tak senonoh.

Ironisnya ulah keempat ABG itu dilakukan siang hari, sekitar pukul 10.30 Wita. Saat itu lalu lintas di Jalan Slamet Riyadi sedang ramai. Jika dilihat dari jalan, aksi ABG yang diantaranya masih mengenakan seragam sekolah lengkap itu tak terlalu jelas.

cabe-cabean

Dua ABG yang tertangkap saat ngelem dan ingin pesta seks

“Saat kami hampiri kondisi keempatnya memang terlihat seperti tengah teler. Diajak bicara semula tak nyambung,” ujar seorang anggota Polsekta Sungai Kunjang yang ikut mengamankan keempat remaja tersebut.

Setelah diinterogasi petugas gabungan, rupanya keempat remaja tersebut sempat mengisap aroma lem. Petugas menduga, aksi teler aroma lem itu juga hendak dilanjutkan pesta seks.

“Ketika kami datang salah satu pasangan sedang peluk-pelukan dan saling raba,” celetuk petugas Kelurahan Karang Asam Ilir menimpali.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Setyobudi Dwi Putro, melalui Kapolsekta Sungai Kunjang Kompol Apri Fajar Hermanto yang dikonfirmasi Sapos membenarkan ada mengamankan empat remaja yang tengah teler aroma lem dan diduga hendak menggelar pesta seks.

“Begitu dapat laporan warga, kami langsung merespons untuk antisipasi hal tak diinginkan. Diduga hendak melakukan hal tak senonoh, langsung kami amankan dan sempat diminta keterangan,” ujar Apri.

Sebagai tindak lanjut, polisi bersama pihak kelurahan melakukan pembinaan. Orangtua keempat remaja tersebut dipanggil untuk diberikan pemahaman, agar memerhatikan pergaulan anak mereka. Para remaja yang diamankan juga diingatkan untuk tak mengulangi perbuatannya lagi.

“Mereka kami suruh buat pernyataan. Orangtuanya juga kami peringatkan, agar lebih mengawasi anak-anak mereka,” tegas Apri.

“Sangat miris melihat kondisi seperti itu. Hal seperti itu harus mendapat perhatian serius. Kami minta orangtua yang punya anak remaja harus lebih waspada. Kami juga mengapresiasi kepedulian warga yang cepat melapor, sehingga bisa cepat diambil tindakan,” Apri menambahkan. (rin/nha)

loading...
Click to comment
To Top