RSU Biadab..!! Lantaran Tolak BPJS, Ibu dan Bayi Kembarnya Meninggal Kehabisan Darah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

RSU Biadab..!! Lantaran Tolak BPJS, Ibu dan Bayi Kembarnya Meninggal Kehabisan Darah

FAJAR.CO.ID BEKASI – Rumah Sakit Umum (RSU) Multazam yang berlokasi di Perumahan Jatimulya, Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat sat ini menjadi sorotan publik.

Hal itu lantaran, Rumah Sakit ini tak mengakomodir pasien BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial).

Akibatnya, pasien atas nama Siti Mariam dan bayi kembar yang dilahirkannya meninggal dunia.

Ia meninggal saat proses melahirkan di RSU Multazam Medika, Rabu (12/10) setelah sebelumnya sempat dirawat sejak Senin pekan lalu (3/10) .

Ketika kondisi Siti Mariam kritis, sang suami, Jaka, sempat berencana merujuknya ke RSUD Kabupaten Bekasi.

Di sinilah masalahnya. Pihak RSU Multazam tak mengizinkan Jaka merujuk istrinya lantaran belum melunasi pembayaran administrasi persalinan dan perawatan Siti Mariam.

“Saya tidak sanggup bayar, rumah saya ngontrak. Penghasilan pas-pasan,” ujar dia dilansir Karawang Bekasi Ekspres Online (Jawa Pos Grup), kemarin (12/10).

Jaka mengatakan, istrinya meninggal sekitar pukul 05.30 WIB, lantaran mendapatkan perawatan seadanya.

Padahal, Siti Mariam sendiri terdaftar sebagai pasien BPJS Kesehatan.

Namun, pihak rumah sakit tidak menerima pembayaran melalui BPJS Kesehatan dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), dengan alasan tidak bekerjasama dengan pemerintah daerah Kabupaten Bekasi.

“Kita sudah minta solusi dari pihak rumah sakit, tapi istri saya yang sudah kritis, harus dirujuk karena perlatan dirumah sakit tidak bisa menampung, tidak bisa dirujuk. Karena harus bayar semua biaya perawatan,” tambah dia.

Dia menjelaskan, yang sangat menyakitkan perasaan dirinya saat dokter yang menangani istrinya, menganjurkan untuk mencari darah tambahan, dengan membayar uang penambah darah sebesar Rp 2 Juta.

Pasalnya, Siti Mariam kekurangan darah. Sehingga, dirinya memperoleh uang Rp2 Juta dengan meminjam ke tetangganya, untuk membayar uang penambahan darah.

“Saya yang kesel lagi, sakit hati, saya diminta uang buat bayar penambahan darah. Pas uang itu saya kasih, ternyata saya disuruh cari darah ke PMI dan uang yang saya kasih, justru dibuat membayar tunggakan biaya. Padahal disitu istri saya butuh darah,” ucapnya

“Walaupun saya kesal, saya gak bisa berbuat banyak. Ya saya cari pinjaman lagi buat beli darah. Terus saya beli darah ke PMI Kota Bekasi,” sambungnya.

Kemudian belum selesai masalahnya, saat ingin membawa pulang jenazah istrinya untuk dimakamkan, mendapatkan kendala.

Pasalnya, pihak rumah sakit juga tetap menuntut harus melunaskan selurah tunggakan pembayaran.

“Saya dikasih kertas membuat pernyataan, saya harus melunaskan seluruh pembiayaan. Baru saya bisa bawa pulang jenazah istri saya. Tapi nanti saya bingung mau bayar pake apa,” tuturnya.

Pemberitaan soal adanya ibu dan bayi kembar itu, membuat geger masyarakat bekasi di sosial media, bahkan salah seorang netizen mencap rumah sakit itu sebagai RSU Biadab. Karena tega dengan ibu yang sedang melahirkan. (Fajar/Jpg)

Click to comment
To Top