Dukungan PPP Kubu Romi ke Agus-Sylvia Sah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Pilkada

Dukungan PPP Kubu Romi ke Agus-Sylvia Sah

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, Dahlia Umar menegaskan, Partai Persatuan Pembanungan (PPP) kubu Romahurmuziy (Romi) telah memenuhi syarat dalam mengusung pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni.

Karenanya, ungkap dia, PPP kubu Djan Faridz tidak dapat mengusung lagi calon gubernur dam wakil gubenur untuk pilgub DKI.

Pasalnya, kubu Romi telah mendapatkan SK kepengurusan sah dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly.

“PPP  yang memiliki SK Kemenkum HAM adalah dari Pak Romi. Maka itu yang diterima,” ujar Dahlia saat dihubungi, Jumat (14/10).

Lebih lanjut dia menegaskan, partai yang sudah memberikan dukungan terhadap calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tidak bisa menarik dukungannya.

Ini  merujuk pada Peraturan KPU Nomor 9 tahun 2016 tentang Pencalonan, yang isinya partai politik yang sudah mengusung calon tidak dapat menarik dukungan. “Iya tidak bisa ditarik lagi,” katanya.

Sebelumnya, PPP kubu Djan Faridz telah menyurati Menkumham Yasonna Laoly untuk menganulir SK kepengurusan PPP kubu Romi.

Wakil Sekretaris Jenderal PPP kubu Djan Faridz, Sidarto menegaskan sampai saat ini pihaknya berpegang pada putusan Mahkamah Agung (MA) nomor 601.

Isi putusan MA  adalah membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta. Putusan PTTUN Jakarta tersebut adalah memenangkan PPP kubu Romi dalam dualisme kepengurusan.

Lebih lanjut Sidarto menambahkan, jika nantinya SK PPP kubu Romi dibatalkan oleh Menkumham maka otomatis pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni tidak bisa mencalonkan diri.

Hal itu dikarenakan syarat kursi pencalonan akan berkurang. Di mana minimal pencalonan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI berjumlah 22 kursi.

Sekadar informasi, jumlah kursi partai pengusung pasangan Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni berjumlah 28. Di mana, Partai Demokrat (10 kursi), PPP (10 kursi), Partai Kebangkitan Bangsa  (enam kursi) dan Partai Amanat Nasional (dua kursi).

Otomatis jika SK Menkumham PPP dibatalkan, maka kursi partai pengusung Agus dan Sylviana berjumlah 18 kursi. (Fajar/JPG)

loading...
Click to comment
To Top