Terkait Kasus Suap, KPK Bakal Periksa Hakim Kasus Jessica – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Terkait Kasus Suap, KPK Bakal Periksa Hakim Kasus Jessica

Saut Situmorang

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang untuk kembali memanggil hakim Partahi Tulus Hutapea dan Casmaya untuk dimintai keterangan. Hal itu setelah nama keduanya disebut menerima uang sebesar SGD 25 ribu dari terdakwa suap penanganan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta, Ahmad Yani dan Raoul Adhitya Wiranatakusumah.

“Kalau misalnya perlu untuk digali lagi atas perkara dimaksudkan ya mereka dipanggil,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat dikonfirmasi, Jumat (14/10).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Partahi yang juga hakim anggota kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso, itu disebut bersama-sama hakim Casmaya menerima suap melalui Panitera PN Jakpus, Muhammad Santoso.

Saut juga mengatakan bahwa pihaknya membuka peluang menjerat dua hakim tersebut sebagai tersangka. Namun, kata Saut, hal itu memerlukan pendalaman terlebih dahulu untuk mengumpulkan dua alat buktinya.

“Dipelajari dulu ngga mesti langsung harus,” ujar Saut.

Rabu (12/10) lalu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mendakwa Ahmad Yani bersama-sama Raoul Adhitya Wiranatakusumah menyuap dua hakim yang mengadili perkara perdata perusahaan PT Kapuas Tunggal Persada melawan PT Mitra Maju Sukses, Partahi Tulus Hutapea dan Casmaya.

Suap sebesar SGD 25 ribu diberikan melalui Panitera PN Jakpus, Muhammad Santoso. Suap diberikan agar Partahi dan Casmaya memenangkan PT Kapuas Tunggal Persada (KTP) sebagai pihak tergugat. Sementara Santoso sebagai perantara diberikan uang sebesar SGD 3.000.

Dalam dakwaan JPU, Partahi dan Casmaya disebut beberapa kali menemui Raoul Wiranatakusumah selaku kuasa hukum PT KTP di ruang kerjanya di PN Jakpus. Pertemuan itu membahas perkembangan kasus perdata yang tengah ditanganinya.

Adapun setelah pertemuan itu, Raoul menjanjikan kepada Santoso akan memberikan uang kepada hakim apabila memenangkan PT KTP sebagai pihak tergugat, dan menolak gugatan PT MMS.

Uang selanjutnya diberikan usai pembacaan putusan sekitar Juni 2016. Sayangnya, dalam perjalanan usai menerima uang dari Ahmad Yani, Santoso dicokok petugas KPK dalam operasi tangkap tangan.

Dalam proses penyidikan kasus ini, KPK telah memeriksa Partahi dan Casmaya. Namun, keduanya belum ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. (Fajar/JPG)

loading...
Click to comment
To Top