Dinilai Rugikan Nelayan Kecil, Seanet Dukung Pemberangusan Rumpon Kapal Asing – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Dinilai Rugikan Nelayan Kecil, Seanet Dukung Pemberangusan Rumpon Kapal Asing

ahmad-mony

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Direktur Small Island Network Indonesia (Seanet Indonesia), Ahmad Mony menilai kebijakan Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti memberangus rumpon kapal asing sudah benar.

Karena, menurut Mony, selama ini dengan adanya rumpon itu yang menjadi korban adalah nelayan-nelayan kecil yang bergerak di wilayah 4 mil ke bawah.

“Faktanya konsentrasi ikan hanya disekitaran wilayah rumpon-rumpon yang dibuat oleh kapal asing itu,” ujarnya kepada Fajar.co.id, Jumat (15/10).

Akhirnya, kata Mony, nelayan-nelayan itu mengikuti cara kapal-kapal besar dan asing itu dalam membuat rumpon.

“Ini kan persoalan akses sumberdaya ikan saja. Kapal kecil milik nelayan tradisional ya pasti kalah bersaing kapal besar dengan teknologi yang lebih tinggi,” papar peneliti alumni IPB ini.

Selain itu, apa yang dilakukan KKP, menurut Mony, sudah sejalan dengan kebijakan Permen KP 56/2014 soal pelarangan pengoperasian kapal asing di wilayah perairan nusantara.

“Jadi semangatnya sebetulnya bukan pelarangan penempatan rumpon secara keseuruhan tetapi seharusnya masalah pengaturannya saja yang perlu ditertibkan,” tegas Mony.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mematahkan argumen dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB), Roza Yusfiandayani, terkait penggunaan rumpon di dunia perikanan di Indonesia.

Keduanya berbeda pemahaman mengenai dampak penggunaan rumpon bagi lingkungan.

Hal itu terjadi saat sesi tanya jawab kuliah umum Menteri Susi yang diselenggarakan di Auditorium Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis 13 Oktober.

Dalam kesempatan bertanyanya, Roza meminta Susi untuk tidak melarang penggunaan rumpon karena tak memengaruhi kerusakan ekologi.

“Saya mohon maaf sebelumnya Bu Menteri, kalau bisa kebijakan itu (pelarangan rumpon) dikaji ulang,” kata Roza.

Namun, Susi meniali penggunaan rumpon, jelas memperngaruhi perilaku ikan. Ikan tidak menyebar ke pesisir pantai dan hanya berkumpul serta bereproduksi di sekitaran rumpon.

Hal ini membuat rumpon tidak hanya berdampak terhadap ekologi laut, namun juga merugikan nelayan-nelayan kecil yang tidak mempunyai rumpon yang hanya melaut di jarak dekat.

“Saya bukan ilmuan, bukan peneliti. Tapi saya sehari-hari hidup di laut,” kata Susi yang disambut riuh tepuk tangan peserta kuliah umum.

loading...
Click to comment
To Top