Ini Plus Minus Duet Jonan-Arcandra Pimpin Kementerian ESDM – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Ini Plus Minus Duet Jonan-Arcandra Pimpin Kementerian ESDM

Ignasius Jonan (kiri) sebagai menteri ESDM dan Arcandra Tahar sebagai Wakil Menteri ESDM di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10).--raka denny/jawapos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kendati Ignasius Jonan tidak memiliki pengalaman dalam bidang energi dan mineral, namun Presiden Joko Widodo (Jokowi) memasang Arcandra Tahar sebagai wakil di kementerian tersebut.

Sehingga tantangan terhadap problem di Kementerian ESDM dapat diatasi. Anggota Komisi VII DPR Dito Ganinduto mengatakan, untungnya Presiden Jokowi juga menempatkan Arcandra Tahar sebagai pembantu Jonan. Pasalnya Arcandra dinilai memiliki pengalaman yang mumpuni dalam bidang energi.

“Untungnya ada sosok Wamen yang bisa mengimbangi. Ini jadi penting,” Dito dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (15/10).

Politikus Partai Golkar juga menilai meskipun Arcandra belum pernah berkecimpung langsung di sektor ESDM di dalam negeri.
Namun Presiden Jokowi yakin pria asal Sumatera Barat tersebut akan memberikan kontribusi besar bagi Kementerian ESDM.

Selain itu, Jonan juga harus cepat beradaptasi terhadap lingkungan barunya tersebut. Pasalnya Indonesia harus tancap gas dalam mengejar ketertinggalan. “Jadi tidak lagi ada istilah belajar. Karena harus cepat dan jalan dengan baik,” ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi melantik mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menjadi Menteri ESDM. Selain melantik Jonan, Jokowi juga melantik mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar sebagai Wakil Menteri ESDM.

Sekadar informasi, Jonan pernah menjabat sebagai Menteri Perhubungan dalam Kabinet Kerja. Namun, pada 27 Juli 2016 lalu, Jonan diberhentikan sebagai Menteri Perhubungan dan digantikan oleh Budi Karya Sumadi.

Jonan pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia pada 2009-2014 sebelum diangkat menjadi Menteri Perhubungan.

Sementara itu, Arcandra pernah ditunjuk sebagai Menteri ESDM untuk menggantikan Sudirman Said. Namun, jabatan itu hanya diemban Arcandra selama 20 hari.

Pada 16 Agustus 2016 lalu, Arcandra dijopot dari jabatannya oleh Jokowi karena ketika itu Arcandra memiliki dua kewarganegaraan, yakni warga negara Indonesia dan warga negara Amerika Serikat. (Fajar/JPG)

loading...
Click to comment
To Top