Koalisi Cikeas Yakin Yasonna Mengerti UU – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Pilkada

Koalisi Cikeas Yakin Yasonna Mengerti UU

Pilkada KPU

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Permintaan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Djan Faridz kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) agar mencabut SK yang dimiliki PPP kubu Romahurmuziy (Romi), mendapat reaksi dari koalisi Cikeas.

Salah satu anggota koalisi Cikeas yang juga Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Yandri Susanto yakin, Menkumham Yasonna H Laoly tidak akan menganulir SK kepengurusan PPP kubu Romi.

Menurut Yandri, keluarnya SK kepengurusan PPP kubu Romi telah melewati tahapan dan berbagai pertimbangan matang. Sehingga tidak mungkin Yasonna akan menarik kembali SK tersebut dan memberikannya ke kubu Djan Faridz.

“Saya yakin Yasonna mengerti UU,” ujar Yandri saat dikonfirmasi, Sabtu (15/10).

Anggota Komisi II DPR ini menambahkan, kubu Djan Faridz yang sengaja ingin menjungkalkan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni agar gagal ikut kontestasi Pilgub DKI Jakarta, juga diyakininya tidak akan terjadi.

Pasalnya ungkap dia, seluruh tahapan telah selesai dan sudah terpenuhi oleh para masing-masing calon Gubernur dan Wakil Gubernur.

Di lain hal Yandri mengatakan, seandainya Yasonna menarik SK PPP kubu Romi dan memberikannya ke kubu Djan Faridz, maka akan timbul kegaduhan yang luar biasa.

Karenanya Yandri berpesan kepada Yasonna jangan membuat kesalahan fatal dalam megesahkan SK PPP kubu Djan Faridz. Pasalnya kegaduhan tersebut akan berimbas pada situasi dan iklim politik di Indonesia.

“Jadi menurut saya tidak boleh bermain-bermain tentang masalah urusan ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, PPP kubu Djan Faridz ingin menjungkalkan Agus Yudhoyono yang menjadi jagoan kubu Romi di Pilkada DKI 2017 mendatang. Sementara kubu Djan Faridz sendiri telah mendukung petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilgub DKI.

Karenanya, kubu Djan meminta Kemenkumham mencabut SK yang dimiliki oleh PPP kubu Romi. Wakil Sekretaris Jenderal PPP kubu Djan Faridz, Sidarto menegaskan sampai saat ini pihaknya berpegang pada putusan MA nomor 601.

Isinya adalah membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta. Putusan PTTUN Jakarta tersebut adalah memenangkan PPP kubu Romi dalam dualisme kepengurusan. (Fajar/JPG)

loading...
Click to comment
To Top