Emosi dengan dengan Saksi, Terdakwa Ngotot: Lihat, Ini tato Saya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Emosi dengan dengan Saksi, Terdakwa Ngotot: Lihat, Ini tato Saya

FAJAR.CO.ID, SAMPIT – Tanpa diduga, terdakawa perampokan BRI bikin ulah dipersidangan PN Sampit Kamis (13/10). Saking serunya drama pemeriksaan saksi, kasus ini berjalan sampai enam jam. Bahkan persidangan baru dihentikan hakim pada pukul 20.00 malam.

Terdakwa Irwansyah alias Ancah Naga (47) yang didakwa menjadi salah satu aktor perampokan di BRI Unit Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), bahkan sempat emosi dengan keterangan para saksi yang menyudutkannya, di antaranya Kukuh Suswoyo.

Tidak hanya itu, pengacara terdakwa, Rahmadi G Lentam dan Sukarlan Fachrie Doemas, juga menyebut saksi lebih banyak berasumsi hingga berkeyakinan Ancah salah satu pelakunya.

Jaksa penuntut umum (JPU)  Budi Sulistyo menghadirkan Kepala Unit BRI Pundu, Kukuh Suswoyo dan dan saksi Verawati. Dalam keterangannya, Kukuh mengaku pada 12 Mei 2016 mereka didatangi sekelompok orang salah satunya membawa senjata api jenis pistol.

“Dia langsung memukul kepala saya hingga membuat saya sadar akhirnya kalau itu aksi perampokan,” ujar Kukuh.

Dia menyebut orang tersebut adalah Ancah. Dia melihat sebagian wajahnya dari hidung hingga dagunya, lantaran bagian atas wajahnya tertutup kaca helm.

“Apakah dengan hanya melihat itu saudara langsung yakin itu terdakwa,” tanya Rahmadi pada saksi.

Kukuh tetap meyakini itu Ancah, bahkan saat ditangkap diperlihatkan dengannya, dia meyakini ciri-ciri pelaku itu mirip terdakwa. Meski ia akui tidak ada ciri-ciri identik lain yang dilihatnya.

“Saat pegang pistol apakah saudara melihat tangannya,” tanya Rahmadi yang juga diiyakan Kukuh.

Saat itulah Ancah sempat emosi.

“Lihat ini tato saya (di tangan) besar. Kalau saya pelakunya pasti ini jelas terlihat. Lihat ini betul-betul,” kata Ancah emosi langsung ditenangkan pengacaranya.

sidang

Irwansyah alias Ancah Naga menjalani sidang di PN Sampit, Kamis (13/10). (NAKO/KALTENG POS)

Begitu juga dengan saksi Verawati. Keterangannya menyebut melihat persis wajah Ancah. Saat itu lantaran terdakwa sempat melepas helm dan menutup wajah dengan sapu tangan namun terjatuh.

“Saat itu saya melihat jelas wajahnya persis, dan saya yakin itu terdakwa,” ujar Vera dimuka persidangan dipimpin hakim ketua, Alfon.

Tidak hanya itu, Vera juga melihat sejumlah pelaku selain membawa pistol juga membawa sangkur, meski dalam berita acara pemeriksaan (BAP) sebelumnya ia mengaku pelaku membawa parang. Hal itupun juga diperdebatkan di persidangan.

Kukuh dan Vera mengaku setelah kasus itu terungkap ada tiga pelaku dihadapkan dengan mereka, namun pelaku wajahnya mirip dengan yang mereka lihat adalah Ancah. Akan tetapi kapan mereka diperlihatkan dengan Ancah, keduanya sudah tidak ingat lagi kapan waktunya.

“Masa tidak ingat, cerita perampokan saudara bisa menjelaskan dengan detail sekali, namun saat ditanya kapan dipertemukan tidak ingat lagi, sampai matanya ditutup dengan apa saudara tidak ingat,” ujar Rahmadi pada Vera membuatnya sempat terdiam.

Menurut saksi para pelaku kabur setelah menggasak uang dalam cash box sebesar Rp490.550.000. Kemudian di ruang server mengambil recorder CCTV, modem dan HUB serta uang tunai Rp100 juta milik Azis.

Namun apakah mereka bisa memastikan uang dalam cash box sebanyak itu baik Kukuh maupun Vera tidak melihat uangnya secara langsung dan hanya melalui pembukuan dan sistem.

”Harus jelas apakah melihat tidak uang itu secara langsung. Kalau di sistem iya sebanyak itu, yang harus dijelaskan itu pasti enggak uangnya sebanyak itu,” tanya hakim pada saksi yang tidak bisa menjelaskanya.

Selain itu juga kuasa hukum terdakwa menyebut saksi lebih banyak berasumsi tanpa menjelaskan apa yang mereka lihat sebenarnya.

“Seperti di BAP ini saksi seakan pelaku itu arahnya pada terdakwa, tapi itu hak kalian, kalau suatu saat keterangan kalian tidak benar kalian sendiri nanti yang akan menanggungnya,” pungkas Rahmadi.

Setelah baru dua saksi dimintai keterangannya, hakim akhirnya menunda sidang itu, mengagendakan Kamis (20/10) mendatang sidang dilanjutkan masih dengan mendengarkan keterangan para saksi. (nac/top)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top