Napi Pembunuhan Berencana dan Bandar Narkoba Kabur dari Lapas Baubau – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Napi Pembunuhan Berencana dan Bandar Narkoba Kabur dari Lapas Baubau

ilustrasi-napi-kabur

FAJAR.CO.ID, BAUBAU – Dua orang narapidana (Napi) Lapas Klas II/a Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) melarikan diri, Senin (17/10) dinihari. Kedua napi ini berhasil melarikan diri setelah membobol dinding kamar mereka sendiri nomor 19 blok 01.

Kedua napi tersebut diketahui bernama Syahrian Bin Sapolin yang merupakan terpidana kasus pembunuhan berencana yang dengan masa hukuman 17 tahun penjara berdasarkan putusan hakim. Sementara yang satunya adalah La Deni Bin Nasrun yang merupakan Bandar narkoba yang saat ini tengah menjalani masa tahanan 6 tahun penjara.

Kaburnya kedua napi ini sempat tidak terdeteksi oleh petugas lapas. Diduga rencana untuk melarikan diri sudah direncanakan dengan matang oleh keduanya. Alat-alat yang digunakan untuk membobol dinding pun disimpan dengan rapi dan dibungkus menggunakan sarung tanpa sepengetahuan petugas lapas.

Pihak lapas baru mengetahui setelah tujuh orang napi lainnya yang sekamar dengan kedua napi yang berhasil kabur melaporkan kejadian itu kepada petugas lapas.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas II/A Kota Baubau Otong Gunarsa kepada awak media mengakui adanya warga binaannya yang melarikan diri. Kaburnya kedua napi tersebut diketahuinya setelah mendapat laporan dari petugas Lapas.

“Saya menerima laporan dari KPLP saat saya masih berada di Kendari bahwa terjadi pelarian dua orang napi dan itu benar,” kata Otong.

Mengenai hal itu, pihaknya saat ini tengah meminta keterangan dari penghuni kamar lainnya. “Berdasarkan laporan masih aman-aman saja, nanti ketahuan setelah jam 5 pagi setelah ada teriakan dari teman satu kamarnya,” ujarnya.

“Itu yang sementara kami dalami kenapa satu kamar kok tidak tahu kalau ada pelarian itu,” sambungnya.

Otong membeberkan, berhasilnya kedua napi tersebut membobol dinding kamar dikarenakan dinding tersebut sudah cukup tua. Bahkan, tembok tersebut diakuinya sudah rapuh karena sudah berusia puluhan tahun.

“Tembok kita itu sudah rapuh, karena digaruk dengan tangan saja, itu cornya bisa langsung rontok, karena sudah lembek. Mungkin setelah dikorek-korek plesternya hilang dan setelah ditendang mungkin langsung jebol karena sudah puluhan tahun sekitar 50 tahun,” bebernya.

Untuk pihaknya saat ini telah membentuk tim khusus untuk memburu kedua narapidana yang kabur itu. Pihaknya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat jika melihat kedua napi untuk segera melaporkan kepada pihak berwajib. (hrm/Fajar)

loading...
Click to comment
To Top