Pantas Saja Bisnis Dokter Gigi Gadungan Bisa Lancar, Oknum Pejabat Diduga Ikut Keciprat – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Pantas Saja Bisnis Dokter Gigi Gadungan Bisa Lancar, Oknum Pejabat Diduga Ikut Keciprat

ilustrasi

FAJAR.CO.ID, KASONGAN – Dokter Gigi Gadungan, (50) Purwati bisa berpraktek mulus dan punya banyak pasien, diduga karena jaringan bisnis yang sudah dibangunnya.

Bahkan, seorang oknum pejabat berinisial HR di Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Katingan dicurigai sebagai salah satu jaringannya.

Mencuatnya HR sebagai orang yang diduga kuat masuk jaringan dokter gigi gadungan ini, setelah korban bernama Normalia (48) pemilik Losmen Citra Katingan angkat bicara.

Normalia sepertinya tidak terima, karena baru mengetahui orang yang memasang behel atau kawat giginya adalah dokter gigi abal-abal.

Normalia mengaku sudah memberikan keterangan resmi kepada Polsek Katingan Hilir terkait kejadian yang menimpa dirinya. Namun dia juga meminta, polisi tidak hanya sebatas memeriksa dirinya dan beberapa rekannya yang menjadi korban saja. Tetapi  harus memeriksa HR, oknum pejabat di Distamben Katingan.

Dia mencurigai HR inilah bagian dari jaringan dokter gigi gadungan di Katingan selama ini.

“Sebab saya sampai mau memasang behel dengan dokter gigi gadungan itu, HR ini yang mengajak, mempromosikan dan memperkenalkan dokter palsu itu,” kata Normalia dengan nada sedikit geram saat berbincang dengan Kalteng Pos, Jumat (14/10).

Normalia sangat keberatan apabila HR yang merupakan pejabat eselon III di Distamben Katingan  tersebut tidak diperiksa Polisi. Pasalnya dia mencurigai, karena HR yang lebih dulu mempromosikan kepada dirinya. Makanya kata dia, HR seharusnya merasa bersalah dan jika perlu meminta maaf karena dokter yang ditawarkan itu justru dokter palsu.

Tapi lanjut dia, yang terjadi malah sebaliknya, HR dan beberapa rekan-rekannya seperti LN istri dokter umum di Kota Kasongan yang juga pejabat itu, malah menjenguk tersangka di dalam tahanan Polsek Katingan Hilir. Sehingga menimbulkan kesan yang lain di balik kejadian itu.

“Pada saat mempromosikan ke saya, dia bilang bagus gigiku, awet muda, dokter dari Jakarta. Dia bilang habis Rp 50 juta. Enak kalian di sini kata ibu HR, tidak perlu datang jauh-jauh bolak baik dan tidak mengeluarkan banyak biaya,” bebernya.

Bahkan ungkap wanita yang akrab dipanggil mama Sadam itu, ke mana-mana dokter gigi  gadungan tersebut selalu ditemani dan satu mobil dengan HR. Tak cuma itu, saat penangkapan itupun ujar Normalia yang juga sebagai saksi dalam kasus ini, dokter gigi gadungan yang sudah menjadi tersangka itu ketika mau dibawa Polisi juga menunggu HR dulu, sebelum dibawa ke Kantor Polisi.

“Saya ini curiga, kelihatannya ibu HR ini mendapat fee (komisi atau imbalan) dari ibu yang katanya dokter itu. Tidak mungkin mau capek-capek mengantar dan mempromosikan orang sampai seperti itu. Bayangkan ke Pangkalan Bun, ibu HR yang ngantar,” sebutnya.

Selanjutnya dia juga membeberkan, bahwa pascapenangkapan itu, juga ada rekan-rekan dari dokter gigi gadungan itu supaya meringankan tersangka. Namun demikian, dia menegaskan kepada orang yang menghubungi dirinya itu, bahwa pihaknya sebagai saksi tidak ada kewenangan meringankan tersangka. Sebab itu ranahnya aparat penegak hukum.

Kemudian Normalia juga meluruskan, pada saat itu sang dokter gigi gadungan tidak ada menginap di losmen miliknya. Ketika itu jelas dia, Puriwati dokter gigi gadungan tersebut hanya datang ditemani langsung oleh HR ke tempatnya di ruang tamu untuk melakukan pemeriksaan giginya.

“Jadi ketika memeriksa gigi saya ini hanya di ruang tamu dan tidak di dalam kamar. Waktu itu saya juga cerita-cerita, biasa gigi saya ditangani oleh Dokter Subur. Lalu Hersiati bersama dokter mendengar ucapan saya langsung bilang oh no kata mereka, gak dipakai lagi yang gitu” jelasnya.

Menanggapi permintaan korban yang juga sekaligus saksi, Kapolres Katingan AKBP Tato Pamungkas SIK melalui Kapolsek Katingan Hilir Iptu Setyo Sidik Pramono SH mengaku, bahwa mereka pasti akan melakukan pemeriksaan terhadap orang yang dimaksud (HR) dan berhubungan dengan tersangka.

“Nanti kita periksa. Kemudian dari barang bukti ini, juga ada ditemukan alat surgical blade namanya. Di mana alat itu biasanya digunakan membedah. Ini masih kita dalami,” terangnya. (eri/ala)

To Top