Gila! Dua Pemuda Gilir Gadis 17 Tahun Ganti-gantian, R Tujuh Kali, WD Tiga Kali – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Gila! Dua Pemuda Gilir Gadis 17 Tahun Ganti-gantian, R Tujuh Kali, WD Tiga Kali

asusila
ilustrasi

FAJAR.CO.ID, SENDAWAR – Kasus asusila anak dibawah umur kembali terjadi. Kali ini melibatkan dua pemuda. Satu berhasil dibekuk, sementara temannya masih dalam pengejaran.

“Benar, kami telah mengamankan seorang tersangka kasus persetubuhan yang korbannya gadis di bawah umur,” ujar Kapolres Kubar AKBP Hindarsono melalui Kabag Ops Polres Kubar AKP Sarman.

Dia menambahkan, kasus tersebut berawal dari laporan orangtua korban yang menyatakan anaknya, WS (17), warga Kampung Besiq Kecamatan Damai menghilang dari rumah. WS pada Senin (26/9), pergi dari Kampung Sempant menuju Kampung Kelauq Kecamatan Damai untuk mengikuti acara adat di rumah salah seorang saudaranya. Namun pada Selasa (27/9) pukul 03.00 Wita dini hari, korban diketahui tidak berada lagi di rumah saudaranya tersebut.

“Sebetulnya sejak pagi korban pergi dan tidak diketahui keberadaannya. Ada yang mengetahui kalau korban dijemput oleh WD, pemuda 21 tahun, warga Kampung Keay, Kecamatan Damai. WD bersama temannya, R, warga kampung yang sama,” tambahnya.

Menurut pengakuan korban, setelah kedua pelaku tersebut menjemput korban, mereka pergi ke sebuah gubuk yang ada di salah satu kebun karet. Setiba di gubuk tersebut, WD kemudian pergi dengan alasan ingin membeli rokok. Pada saat tersangka WD pergi, pelaku R berusaha merayu korban dan terjadilah hubungan badan di antara mereka. “Pelaku R melakukan sampai tujuh kali terhadap korban,” jelas AKP Sarman.

Selanjutnya, setelah WD datang dari membeli rokok, giliran R yang pergi dengan alasan mencari air minum. Setelah pelaku R pergi, WD melakukan perbuatan yang sama terhadap korban sebanyak tiga kali. “Dari pengakuan tersangka WD kepada polisi, WS tersebut adalah mantan pacarnya. Kasus ini terus dikembangkan apakah kedua pelaku ini sudah merencanakan lebih dulu untuk melakukan perbuatan tersebut,” tambahnya.

Disebutkan, setelah mereka melakukan hubungan badan tersebut secara bergantian, pada Selasa siang, mereka pergi dan bersantai di Pasar Kampung Keay sampai sore hari. Lantas malam harinya, tinggal tersangka WD bersama korban duduk-duduk di kawasan lapangan bola di kampung tersebut. Sedangkan pelaku R pulang ke rumahnya. “Mereka duduk di tempat tersebut sampai pagi,” ujar mantan Kapolsek Melak tersebut.

Pada Rabu (28/9) sekitar pukul 10.00 Wita, korban ditemukan oleh keluarganya di sebuah jalan bersama tersangka. Kepada keluarganya, korban mengakui telah dipaksa melakukan hubungan badan oleh WD dan R. “Berdasarkan pengakuan korban tersebut, pihak keluarga melaporkan kedua pelaku kepada polisi dan langsung ditindaklanjuti,” lanjutnya.

Selanjutnya, tersangka WD pada Sabtu (16/10) lalu, berhasil diamankan oleh petugas kepolisian. Sedangkan pelaku R, sampai saat ini masih dilakukan pengejaran. Setelah dilakukan penangkapan, WD langsung dibawa ke unit PPA untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut AKP Sarman, tersangka ditengarai melanggar Pasal 76 D junto Pasal 81 Ayat 1 junto Pasal 76 E junto Pasal 81 Ayat 1 UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman kurungan  15 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar. (fajar/prokal)

loading...
Click to comment
To Top