Innalillahi… Napi Meninggal di Atas Sajada Usai Sholat – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Innalillahi… Napi Meninggal di Atas Sajada Usai Sholat

ilustrasi-napi
Ilustrasi/Jpg

SORONG – Tatang Suryana (51), Penghuni Lapas Kelas II Sorong, ditemukan tewas di dalam masjid Lapas tersebut, senin (17/10). WIT.

Tatang tewas usai melaksanakan sholat zuhur, Ia ditemukan tak bernyawa dengan posisi miring di atas sajadanya.

Kepala Lapas Kelas II B Sorong, Maliki membeberkan, dari hasil visum yang dilakukan tim medis, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh Tatang.

Sebelum ditemukan tak bernyawa Tatang juga sempat berbincang dengan napi lain, tanpa mengeluh sakit.“Jadi sebelum ditemukan meninggal, dia tidak mengeluh sakit atau pusing. Biasa saja,”kata Maliki seperti dikutip dari Radar Sorong.

Maliki mengungkap, sekitar pukul 12.00 Wit seperti biasa, Tatang dan para napi lainnya menikmati makan siang bersama, ikut apel siang, lalu salat zuhur berjamaah di masjid lapas. Usai salat, Tatang dan para napi lalu berbincang di dalam masjid. Lelah berbincang, para napi lalu berbaring dan tidur di dalam masjid, termasuk Tatang.

Hingga pada pukul 15.30, saat waktu salat ashar, Tatang masih terlihat tertidur pulas dengan posisi miring. Para napi lalu memutuskan untuk membangunkan Tatang, lantaran masjid akan digunakan untuk salat ashar.

Namun, mereka terkejut saat mengetahui tak ada pergerakan dari tubuh Tatang. Ia tetap memejamkan matanya dengan rapat. Para napi langsung memanggil tim medis lapas. Tim medis langsung melakukan pemeriksaan. Karena tidak ada tanda-tanda reaksi dari Tatang, tim medis memutuskan untuk membawa Tatang ke RSUD Sele be Solu.

Tiba di RSUD, tim medis menyatakan bahwa Tatang telah meninggal dunia. Pihak Lapas pun menghubungi pihak keluarga Tatang. Pihak kepolisian yang tiba di RSUD lalu meminta tim medis melakukan visum. “Jadi hasil visum tidak ditemukan adanya penyebab kematian. Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh napi,”kata Maliki.

Kalapas mengatakan, Tatang adalah salah satu napi yang berlakukan baik. Ia rajin beribadah, dan patuh dengan peraturan yang ada.

Tatang sendiri telah setahun menghuni Lapas, lantaran tersandung kasus perlindungan anak. Ia diputus oleh pengadilan hukuman penjara selama delapan tahun.

“Dia sangat baik, rajin ibadah. Saya sangat berduka, selama saya tugas ini yang pertama ada napi yang meninggal,” kata Maliki.(fajar/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top