10 Dosa Besar Frank de Boer Selama Latih Inter Milan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Bola

10 Dosa Besar Frank de Boer Selama Latih Inter Milan

frank-de-boer-image-3-983189328

FAJAR.CO.ID, MILAN – Frank De Boer baru saja dipecat sebagai pelatih Inter Milan. Pelatih asal Belanda itu dianggap gagal mengangkat performa Inter lebih baik dari pendahulunya, Roberto Mancini.

Padahal, musim ini Inter diperkuat sejumlah pemain kelas dunia, termasuk gelandang Portugal, Joao Mario. Namun tetap saja FDB gagal meramu tim menjadi tim yang solid.

Berikut ini 8 dosa besar Frank De Boer selama 85 hari melatih Inter yang berujung pemecatan:

  1. Manajemen sudah mengeluarkan uang banyak untuk belanja pemain mahal tapi gagal dimaksimalkan De Boer.
  2. Gagal menyatukan serta mengeluarkan kemampuan sejumlah pemain bertalenta yang dimiliki Inter. Seperti Joao Mario, Gabriel Barbosa, Eder, hingga Ever Banega
  3. Gabriel yang susah payah direkrut Inter hanya jadi pajangan di bangku cadangan. Sepanjang musim ini pemain berjuluk ‘Gabigol’ itu baru sekali dimainkan, itupun sebagai pemain pengganti kala Inter bermain imbang lwan Bologna.
  4. Frank De Boer tidak mampu membentuk pertahanan yang solid. Tercatat hingga pekan ke-11, Inter sudah kebobolan 14 gol, lebih banyak dari Empoli (13) yang menghuni zona degradasi.
  5. Selama 85 hari menangani Inter, total Frank De Boer memainkan 14 laga resmi, 11 di Serie A (4 kali menang, 2 seri, 5 kalah) dan 3 (1 menang, 2 kalah) di Liga Europa. Secara keseluruhan, FDB gagal mengangkat performa Inter lebih baik dari era Roberto Mancini.
  6. Inter memiliki sejumlah striker kelas dunia, seperti Eder, Stevan Jovetic hingga Mauro Icardi namun produktivitas Inter tetap memble. FDB gagal memaksimalkan pada striker itu, termasuk para gelandang kreatif yang dimiliki.
  7. Dalam setiap pertandingan, FDB selalu lambat melakukan perubahan strategi sehingga sulit sekali membalikkan hasil akhir laga. FDB bahkan kerap tidak menggunakan tiga jatah pergantian pemain.
  8. Meski diperkuat pemain berkualitas, Inter kerap menuai hasil buruk kala berjumpa klub medioker bahkan tim papan bawah. Tercatat Inter kalah dari klub sekelas Hapoel Be’er Sheva, Sparta Prague, Chievo hingga Cagliari. Satu-satunya nilai positif FDB adalah sukses menaklukkan Juventus. (Fajar/pojoksatu)
loading...
Click to comment
To Top